Liga Indonesia

Liga 1 Akan Berjalan Selama 5 Bulan, Bos PSIS Merasa Sebuah Keuntungan

Jumat, 17 Juli 2020 11:44 WIB
Penulis: Alvin Syaptia Pratama | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Media PSIS
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menilai apabila Liga 1 2020 akan dilanjutkan dengan jadwal yang cukup padat justru akan menguntungkan timnya. Copyright: © Media PSIS
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menilai apabila Liga 1 2020 akan dilanjutkan dengan jadwal yang cukup padat justru akan menguntungkan timnya.

INDOSPORT.COM – Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menilai apabila Liga 1 2020 akan dilanjutkan dengan jadwal yang cukup padat justru akan menguntungkan timnya.

Pria yang juga anggota Exco PSSI ini menilai jadwal yang cukup padat bisa menjadi ajang Dragan Djukanovic merotasi pemain-pemainnya.

Apalagi Yoyok Sukawi mengklaim bahwa di skuat PSIS Semarang musim ini jumlahnya cukup banyak dan terdapat anak-anak muda yang siap menunjukkan kualitasnya jika mendapat kesempatan untuk bermain.

“Kalau menurut saya dengan jadwal yang cukup padat justru akan menjadi keuntungan karena pelatih bisa memainkan semua pemain dan kerap melakukan rotasi,” tutur Yoyok Sukawi kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Jumat (17/07/20).

“Kebetulan di PSIS banyak pemain muda yang siap tampil jika kebutuhan rotasi dilakukan. Kualitasnya juga tidak kalah, semangatnya oke-oke dan kencang-kencang mainnya,” imbuhnya.

PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) selaku operator liga memang menjadwalkan kompetisi Liga 1 2020 akan dilanjutkan selama lima bulan.

Rencananya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini akan dimulai pada 1 Oktober 2020 dan selesai di tanggal 28 Februari 2020.

Kompetisi akan melanjutkan tiga pekan sebelumnya yang sudah digelar pada Bulan Maret silam. Kecuali Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta, setiap klub akan memainkan 31 pertandingan sisa pada lima bulan tersebut sehingga bisa diprediksi jadwal akan cukup padat.

Musim lalu saja saat kompetisi Liga 1 2019 berjalan selama tujuh bulan, PSIS sebagai salah satu kontestan sempat memainkan tiga pertandingan hanya dalam tempo waktu delapan hari sehingga menjadi PR tersendiri bagi tim pelatih.