Liga Spanyol

Josep Maria Bartomeu Tertawa, Kebangkrutan Melanda Barcelona

Minggu, 1 November 2020 07:56 WIB
Penulis: I Made Dwi Kardiasa | Editor:
© Getty Images
Josep Maria Bartomeu dipastikan tertawa setelah lepas dari tanggung jawab kebangkrutan raksasa LaLiga Spanyol, Barcelona. Copyright: © Getty Images
Josep Maria Bartomeu dipastikan tertawa setelah lepas dari tanggung jawab kebangkrutan raksasa LaLiga Spanyol, Barcelona.

INDOSPORT.COM - Keputusan untuk angkat kaki lebih awal nampak menjadi hal paling tepat bagi Josep Maria Bartomeu. Bagaimana tidak? Setelah tinggalkan jabatan presiden, raksasa LaLiga Spanyol, Barcelona benar-benar dalam jurang kebangkrutan dalam waktu dekat.

Setelah beragam kesialan satang bertubi-tubi, mulai dari masalah minimnnya prestasi, buruknya kualitas pelatih, salah beli pemain dengan habiskan dana fantastis, dan efek pandemi Corona, sang eks presiden kian frustasi ketika Lionel Messi mau pergi.

Alasan La Pula ingin tinggalkan klub senior yang sudah dibelanya selama 16 tahun sendiri bertepatan pasca titel LaLiga Spanyol musim lalu yang dirampas dan insiden memalukan 2-8 lawan Bayern Munchen. Usut punya usut, ia juga punya rasa dendam dengan Bartomeu.

Kendati langkahnya batal terlaksana karena ancaman klausal rilis 700 juta euro (Rp12 triliun), beragam dukungan bagi Messi agar presiden yang turun takhta justru bergema. Ya, setelah mosi tak percaya ditandatangani 16 ribu lebih orang, orang nomor satu itu pun pilih mundur.

Keputusan untuk mundur ini pun masih membuat banyak Cules dan para pemain Barcelona mengucap syukur terhindar dari marabahaya. Sampai hapus Twitter pribadinya gara-gara berbagai hujatan, Bartomeu kali ini tentu tak menyesal atas langkahnya.

Melansir Football Espana, tim berjulukan Azulgrana itu dipastikan bakal bangkrut awal Januari 2021. Alasannya? Klub masih krisis ekonomi dan diharuskan memangkas 30 persen gaji untuk menyelamatkan 190 juta euro (Rp3,2 triliun) sebelum 5 November.

Presiden pengganti, Carlos Tusquets pun sudah wanti-wanti umumkan masalah ekonomi klub dengan menyebut: "Satu-satunya fokus kami saat ini adalah ekonomi." Gara-gara ini pula pemilu presiden harus ditunda tahun depan.

"Pandemi sangat berdampak bagi Barcelona karena klub bergantung dengan kedatangan turis dan sekarang tak ada satupun. Kami harus cari jalan keluar sesegera mungkin untuk sembuh dari penyakit ini," ucap Tusquets disandur dari Marca.

Josep Maria Bartomeu sendiri sudah umumkan akan lakukan pemangkasan 30 persen bagi seluruh jajaran staf dan pemain Blaugrana, tapi sayang hal ini malah ditolak mentah-mentah. Mereka sebenarnya bisa saja tutup kerugian jika rela lepas Lionel Messi sejak awal.

Akan tetapi opsi merelakan Messi justru enggan diambil setelah pertimbangan Barcelona demi tunjukkan tajinya di LaLiga Spanyol. Sementara itu setelah lepas dari tanggung jawab, tentu Josep Maria Bartomeu tak perlu ambil pusing dengan masalah klub itu.