Liga Indonesia

Media Malaysia Soroti Teguran Ketum PSSI Kepada Eks Timnas yang Kepergok Dugem

Jumat, 4 Desember 2020 10:27 WIB
Penulis: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta | Editor:
© Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Media Malaysia Soroti Teguran Ketum PSSI ke Eks Timnas Kepergok Dugem Copyright: © Nofik Lukman Hakim/INDOSPORT
Media Malaysia Soroti Teguran Ketum PSSI ke Eks Timnas Kepergok Dugem

INDOSPORT.COM - Media olahraga asal Malaysia, VocketFC, menyoroti teguran Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, kepada eks Timnas Indonesia, Serdy Ephy Fano dan Yudha Febrian yang kepergok dugem. 

Jagat media sosial dibuat gempar setelah video singkat yang menunjukkan dua eks pemain Timnas Indonesia, Serdy Ephi Fano dan Yudha Febrian, asyik berjoget di sebuah kelab malam.

Tak hanya berdua, Serdy Ephy Fano dan Yudha Febrian juga ditemani seorang wanita. Tidak diketahui secara pasti kapan video tersebut direkam. 

Demi meredam situasi ramai di masyarakat, Iwan Bule pun memberi penjelasan di laman resmi PSSI. 

Sang Ketum menjelaskan bahwa Serdy dan Yudha sudah dicoret dari skuat Timnas U-19 Indonesia karena indispiliner. 

“Kedua pemain itu sudah dikeluarkan karena indisipliner. Mereka dugem hingga dini hari dan latihan pagi terlambat,” kata Iwan Bule di laman resmi PSSI.

“Mereka sudah dicoret dan bukan lagi bagian dari Timnas U-19. Tidak ada tempat bagi pemain yang indisipliner. Ini peringatan bagi semua pemain untuk lebih disiplin,” tuturnya menambahkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, asisten pelatih Shin Tae Yong, Nova Arianto menyebutkan Yudha Febrian dan Serdy Ephy Fano baru kembali ke hotel pada pukul 3 dini hari sehingga terlambat menghadiri sesi latihan pagi. 

Sejak videonya viral, Yudha Febrian melenyapkan semua unggahan di Instagram (dihapus atau diarsipkan) yang diduga untuk menghindari komentar netizen. 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%