Liga Spanyol

Kontras! Koeman Pantas Dipuja Barcelona, Zidane Harus Tersingkir dari Real Madrid

Sabtu, 16 Januari 2021 12:37 WIB
Penulis: I Made Dwi Kardiasa | Editor:
© Visionhaus via Getty Images
Ronald Koeman pantas dipuja-puja Barcelona. Sementara rival LaLiga Spanyol-nya, Real Madrid patut tendang Zinedine Zidane. Copyright: © Visionhaus via Getty Images
Ronald Koeman pantas dipuja-puja Barcelona. Sementara rival LaLiga Spanyol-nya, Real Madrid patut tendang Zinedine Zidane.

INDOSPORT.COM - Setelah sukses sumbang LaLiga Spanyol dan Supercopa de Espana musim lalu, ada alasan mengapa Zinedine Zidane patut dipecat Real Madrid. Sementara itu rivalnya, Barcelona patut memuja Ronald Koeman.

Setelah sebelumnya torehkan sembilan trofi, termasuk diantaranya tiga Liga Champions secara beruntun, pelatih yang dikenal Zizou itu sempat hengkang pada 2018 lalu. Kembali lagi ke Santiago Bernabeu, ia malah gemilang.

Jauh berbeda dengan rival El Clasico El Real, Barcelona justru berada pada kondisi menyedihkan pasca liga domestik direbut dan alami pembantaian 2-8 kontra Bayern Munchen di pentas Eropa. Ronald Koeman yang jadi pelatihnya juga punya referensi buruk.

Kendati demikian, Rivaldo selaku legenda Timnas Brasil justru merasa perkembangan yang dibawa Koeman jauh lebih memuaskan dengan El Barca usai gunakan jasa pemain muda. Sementara, Zidane justru sebaliknya dan tentu saja memperburuk kinerja tim.

"Saya selalu bilang kunci utama kembangkan daun muda ialah tanpa ada tekanan, dan Koeman lakukan hal bagus buat anak-anak bermain dengan Sergio Busquets, Lionel Messi hingga Jordi Alba. Dia pantas diapresiasi," ucap Rivaldo dilansir Marca.

"Sayangnya, Zidane justru berbanding terbalik ketika gunakan pemain seperti Fede Valverde. Rodrygo atau Vinicius Junior. Dia pernah hukum Vinicius gara-gara HP dengan enggan diturunkan. Itu justru menyakiti tim," pungkasnya.

Pendapat tersebut ada benarnya, sepanjang musim ini Zidane memang terkesan enggan manfaatkan para pemain muda seperti: Luka Jovic, Martin Odegaard, Alvaro Odrizola, dan Eder Militao yang harganya ditotal jadi Rp2,5 triliun.

Imbasnya pun sangat terasa, kala Sergio Ramos atau Karim Benzema absen gara-gara cedera, sepak terjang Los Blancos kurang impresif. Baru-baru ini saja mereka hanya main imbang lawan klasemen bawah, Osasuna dan gagal tembus final Supercopa de Espana.

Berbeda dengan kubu sebelah, awalan buruk dicatatkan Barca tak membuat Koeman gentar hingga sukses raih posisi atas pentas domestik. Hubungan dengan Lionel Messi pun kian baik setelah keduanya bernafsu memajukan tim.

Alhasil kini mereka kian mantab andalkan pemain veteran dan regenerasinya berkat metode dari Ronald Koeman. Siapa tahu, Barcelona kini bakal merebut takhta Real Madrid sekaligus nodai pencapaian Zidane di LaLiga Spanyol musim ini.