INDOSPORT.COM - Hingga saat ini gonjang-ganjing masa depan Marcus Rashford masih tanda tanya. Informasi terbaru, sang pemain rela potong gaji demi bisa meninggalkan Manchester United.
Menurut pemberitaan dari Marca, penyerang berusia 28 tahun itu bersedia menerima pemotongan gaji demi memperlancar kepindahan permanen ke Barcelona, walaupun negosiasi transfer kini justru berada di fase yang tidak menentu.
Barcelona disebut tengah menyiapkan perombakan skuad besar-besaran pada musim panas ini. Setidaknya 5 pemain inti diproyeksikan hengkang sebagai bagian dari restrukturisasi tim setelah kegagalan di Liga Champions.
Meski begitu, performa mereka di kompetisi domestik tetap solid dan berpeluang mengunci gelar La Liga dalam waktu dekat. Dan, meski lebih sering duduk di bangku cadangan, Rashford punya andil cukup vital bagi Barcelona di La Liga.
Rashford menunjukkan kontribusi signifikan, salah satunya mencetak gol penting saat masuk sebagai pemain pengganti dalam laga melawan Getafe, pada akhir pekan lalu.
Barcelona dikabarkan tidak memulangkan Rashford ke Manchester United, meskipun kontraknya bersama klub masa kecilnya itu masih berlaku hingga 2028.
Bahkan Rashford sendiri ingin melanjutkan kariernya di Camp Nou, bahkan walaupun masih belum ada ketidakpastian terkait proses transfer.
Secara statistik, performa Rashford musim ini terbilang impresif. Ia telah mencetak 13 gol dan mencatatkan 11 assist di semua kompetisi.
Sebelumnya, pada transfer musim dingin awal tahun 2026, kepindahan permanen Rashford ke Barcelona sempat terlihat hampir pasti. Kedua klub telah mencapai kesepakatan awal, di mana Barcelona memiliki opsi untuk mempermanenkan statusnya di akhir musim dengan nilai transfer sekitar £25 juta atau €30 juta.
Namun dalam sepekan terakhir, situasi berubah drastis. Barcelona dikabarkan berupaya menurunkan nilai transfer tersebut, sementara Manchester United tetap bersikeras pada harga awal.
Faktor usia menjadi salah satu pertimbangan, mengingat Rashford akan menginjak 29 tahun pada Oktober 2026 mendatang.
Keseriusan Rashford untuk bertahan di Barcelona terlihat dari kesediaannya menerima pemotongan gaji yang cukup signifikan. Sebagai catatan, ia sebelumnya menandatangani kontrak bernilai £325.000 per pekan pada Juli 2023.
Jika kembali ke Manchester United, Rashford berpotensi menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di klub, terutama jika Casemiro benar-benar hengkang di akhir musim.
Hal ini tentu bertentangan dengan kebijakan efisiensi yang tengah dijalankan oleh pemilik minoritas klub, Jim Ratcliffe, yang fokus menekan beban gaji.
Di sisi lain, Rashford disebut merasa nyaman di Barcelona. Ia menilai dirinya dihargai dan menjadi bagian dari skuad yang ia sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia saat ini.
Meski tidak selalu menjadi starter dan kerap mengalami rotasi, situasi itu tidak dianggap sebagai masalah mengingat ketatnya persaingan di lini depan.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, juga memberikan sinyal positif. Meski enggan membahas masa depan Rashford secara terbuka, ia mengakui kontribusi sang pemain di lapangan.
“Saya sangat senang dengan Marcus. Dia menunjukkan kualitasnya dan mencetak gol penting,” ujar Flick beberapa waktu lalu.
Kebangkitan performa Rashford di Barcelona juga berdampak pada karier internasionalnya. Ia kini kembali menjadi bagian penting dalam skuad Inggris asuhan Thomas Tuchel.
Bahkan, peluangnya untuk tampil di ajang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko terbuka lebar.