INDOSPORT.COM - Juventus dikabarkan mulai memasukkan nama Tijjani Reijnders ke dalam daftar target transfer musim panas. Gelandang Manchester City itu menjadi salah satu pemain yang dipantau klub Turin, terutama jika ia benar-benar membuka peluang meninggalkan Etihad Stadium setelah hanya satu musim bermain di Premier League.
Menurut laporan Football Insider, Reijnders menarik perhatian sejumlah klub Serie A, termasuk Juventus. Ketertarikan itu muncul karena statusnya di Manchester City mulai menjadi tanda tanya setelah menit bermainnya menurun dalam beberapa bulan terakhir. Meski belum ada keputusan final dari pihak City, situasi ini sudah cukup membuat klub-klub Italia bersiap memantau perkembangan.
Reijnders bergabung dengan Manchester City dari AC Milan pada musim panas 2025. Saat itu, City membayar sekitar 55 juta euro untuk merekrutnya, atau sekitar 46 juta poundsterling, dalam kontrak berdurasi lima tahun. Transfer tersebut sempat dianggap sebagai langkah penting City untuk menyegarkan lini tengah setelah kepergian Kevin De Bruyne.
Awalnya, kedatangan Reijnders disambut antusias. Ia datang dengan reputasi kuat setelah tampil impresif bersama Milan dan bahkan dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A pada musim 2024/25.
Profilnya dianggap cocok untuk City, gelandang modern yang bisa bermain sebagai nomor delapan, memiliki mobilitas tinggi, mampu membawa bola, serta produktif masuk ke kotak penalti lawan.
Namun, perjalanan Reijnders di Inggris tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat tampil menjanjikan pada awal musim, tetapi perlahan mulai kehilangan tempat reguler dalam susunan utama Pep Guardiola.
Laporan dari Football Insider menyebut ia hanya bermain dalam empat dari sepuluh laga terakhir Manchester City di Premier League, tanpa sekali pun menjadi starter dalam periode tersebut.
Meski begitu, statistiknya tetap cukup solid. Dalam 45 penampilan di semua kompetisi musim ini, Reijnders mencatatkan tujuh gol dan delapan assist dari total 2.673 menit bermain. Angka tersebut menunjukkan bahwa kontribusinya tidak kecil, meski perannya belakangan mulai berkurang di skuad utama City.
Situasi inilah yang membuat Juventus melihat peluang. Bianconeri sedang mencari gelandang serbabisa untuk memperkuat skuad musim depan.
Kebutuhan itu semakin terasa karena masa depan Khephren Thuram di Allianz Stadium belum sepenuhnya aman, menyusul ketertarikan beberapa klub Premier League. Jika Thuram bertahan sekalipun, Juventus tetap membutuhkan tambahan kualitas di lini tengah.
Dari sisi karakter permainan, Reijnders memang menarik bagi Juventus. Ia bukan gelandang bertahan murni, tetapi mampu mengisi beberapa peran di lini tengah.
Ia bisa membantu progresi bola dari area tengah, memberi tekanan ke depan, dan tetap berbahaya di sepertiga akhir lapangan. Untuk tim yang ingin lebih dinamis dalam menyerang, pemain seperti Reijnders bisa memberi warna berbeda.
Juventus juga dikaitkan dengan beberapa nama lain, termasuk Bernardo Silva. Namun, Reijnders dinilai sebagai target yang lebih realistis dalam konteks usia, energi, dan kemungkinan masa pakai jangka panjang. Di usia 27 tahun, ia berada dalam fase matang sebagai pemain: cukup berpengalaman, tetapi masih punya beberapa tahun terbaik di level elite.
Kembalinya Reijnders ke Italia juga bisa menjadi skenario yang masuk akal dari sudut pandang adaptasi. Ia sudah mengenal Serie A dengan baik setelah dua musim bersama AC Milan.
Bersama Rossoneri, ia berkembang pesat dan menjadi salah satu gelandang paling menonjol di liga sebelum pindah ke Manchester City. Pengalaman itu membuat klub-klub Italia tidak perlu ragu terhadap kemampuannya beradaptasi.
Namun, Juventus tidak akan mudah mendapatkan tanda tangannya. Manchester City disebut masih bisa menahan Reijnders, terutama karena mereka membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi jadwal padat.
Football Insider juga melaporkan bahwa ada peluang kuat City tetap mempertahankannya, dengan keyakinan bahwa proses adaptasinya di Premier League belum selesai dan perannya bisa meningkat musim depan.
Selain itu, City bukan klub yang biasanya melepas pemain penting dengan harga murah, apalagi Reijnders baru direkrut setahun lalu dengan biaya besar. Jika Juventus benar-benar serius, mereka harus menyiapkan tawaran yang cukup kuat, baik dari sisi nilai transfer maupun proyek olahraga yang mampu meyakinkan sang pemain.
Persaingan juga bisa datang dari klub Italia lain. Reijnders masih memiliki reputasi besar di Serie A, dan banyak klub tentu memahami kualitasnya setelah melihat langsung performanya di Milan. Jika City membuka pintu keluar, Juventus kemungkinan bukan satu-satunya tim yang bergerak.
Untuk saat ini, transfer Reijnders ke Juventus masih berada pada tahap pemantauan. Belum ada indikasi kesepakatan konkret, dan keputusan utama tetap berada di tangan Manchester City. Namun, satu hal sudah jelas, menurunnya menit bermain Reijnders membuat masa depannya mulai masuk wilayah spekulasi.
Bagi Juventus, peluang seperti ini terlalu menarik untuk diabaikan. Jika mereka ingin membangun lini tengah yang lebih kuat, agresif, dan produktif, Reijnders bisa menjadi salah satu solusi paling menarik di bursa musim panas.
Tetapi untuk merealisasikannya, Bianconeri harus melewati jalan yang tidak mudah, meyakinkan City, mengalahkan pesaing Serie A, dan memastikan sang pemain melihat Turin sebagai tempat terbaik untuk menghidupkan kembali peran utamanya.