Piala Dunia

Adidas Rilis Iklan Piala Dunia 2026, Dibintangi Del Piero, Beckham, Zidane, Hingga Messi

Jumat, 8 Mei 2026 14:02 WIB
Editor: Redaksi
© REUTERS/Kai Pfaffenbach
Lionel Messi mencium trofi Piala Dunia dan mendapat penghargaan Bola Emas Piala Dunia 2022. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach) Copyright: © REUTERS/Kai Pfaffenbach
Lionel Messi mencium trofi Piala Dunia dan mendapat penghargaan Bola Emas Piala Dunia 2022. (Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach)

INDOSPORT.COM - Adidas membuat gebrakan besar menjelang Piala Dunia 2026. Brand olahraga asal Jerman itu merilis video iklan berdurasi lima menit berjudul “Backyard Legends: The Greatest Football Story Ever Told”.

Iklan tersebut langsung mencuri perhatian karena menggabungkan dunia sepak bola, musik, dan Hollywood. Timothee Chalamet menjadi tokoh utama dalam cerita yang dikemas seperti film pendek sinematik.

Dalam iklan itu, Chalamet membentuk tim impian untuk menghadapi para legenda lokal di sebuah pertandingan lingkungan. Lawannya adalah trio yang digambarkan tidak terkalahkan selama 30 tahun.

Cerita sederhana itu kemudian dibesarkan menjadi tontonan bergaya Piala Dunia. Adidas mengubah kultur sepak bola jalanan menjadi panggung besar yang penuh nostalgia dan bintang ternama.

Chalamet tidak datang sendirian dalam misi tersebut. Ia merekrut Lamine Yamal, Jude Bellingham, dan Trinity Rodman untuk menghadapi tim lokal yang disebut sebagai legenda halaman belakang.

Yamal dan Bellingham menjadi bagian menarik karena keduanya berasal dari rival besar, Barcelona dan Real Madrid. Dalam iklan ini, persaingan El Clasico seolah dikesampingkan demi satu cerita sepak bola yang lebih luas.

Trinity Rodman melengkapi tim tersebut dengan energi berbeda. Bintang Timnas Wanita Amerika Serikat itu memberi warna Amerika dalam kampanye yang memang diarahkan menuju Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Adidas juga membawa deretan nama besar lain ke dalam film ini. Lionel Messi dan Bad Bunny terlihat menyaksikan pertandingan dari sisi lapangan, memperkuat nuansa pop culture dalam kampanye tersebut.

Nama-nama legenda seperti Zinedine Zidane, David Beckham, dan Alessandro Del Piero ikut hadir dalam cerita. Mereka digambarkan sebagai sosok-sosok besar yang pernah menjadi bagian dari mitos sepak bola lokal dalam iklan itu.

Creative Review menulis kampanye ini sebagai film pendek yang merayakan kultur sepak bola akar rumput. Fokusnya bukan hanya pertandingan elite, tetapi juga bagaimana sepak bola hidup di komunitas dan ruang-ruang kecil.

Sentuhan nostalgia menjadi salah satu kekuatan utama iklan ini. Adidas menghadirkan atmosfer era 1990-an, sepak bola jalanan, serta imajinasi anak-anak yang tumbuh dengan mimpi bermain seperti para legenda.

Chalamet juga memiliki hubungan personal dengan lokasi syuting di Pier 40, New York. Ia mengaku pernah bermain di sana saat kecil dan membayangkan tendangan bebas Beckham, gol Del Piero, serta voli Zidane.

“Saya dulu bermimpi bermain dengan orang-orang ini. Saya bermain di Pier 40 saat kecil, memikirkan tendangan bebas Beckham, gol Del Piero, dan voli Zidane,” ujar Chalamet.

Ia mengaku sangat mencintai sepak bola. Bagi Chalamet, bekerja bersama Adidas dan para ikon sepak bola dalam proyek ini menjadi pengalaman yang sulit dipercaya.

“Saya tradisionalis. Saya tidak tahu soccer, saya tahu football, dan saya tidak sabar menunggu Piala Dunia musim panas ini,” katanya.

Iklan ini membawa pesan kampanye terbaru Adidas, “You Got This”. Pesan itu dikemas sebagai ajakan bahwa siapa pun bisa menjadi legenda, bahkan dari pertandingan kecil di lingkungan sendiri.

Menurut laporan The Sun, pakar industri periklanan memperkirakan biaya produksi kampanye ini mencapai sekitar 50 juta Poundsterling atau sekitar 94 juta Dollar AS. Angka itu mencakup produksi sinematik, teknologi visual, serta honor deretan bintang besar.

Messi, Beckham, dan Zidane diyakini mendapat bayaran besar untuk kemunculan mereka. Kehadiran mereka membuat kampanye ini terasa seperti proyek hiburan global, bukan sekadar iklan perlengkapan olahraga.

Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan teknologi visual. The Sun melaporkan iklan ini menampilkan versi AI dari David Beckham dengan sejumlah gaya rambut ikoniknya.

Kehadiran Bad Bunny juga memperluas daya jangkau kampanye. Penyanyi asal Puerto Rico itu membawa audiens musik global masuk ke dalam narasi Piala Dunia.

Selain itu, Adidas juga menampilkan beberapa bintang aktif lain. Ousmane Dembele, Raphinha, Pedri, Florian Wirtz, dan Santiago Gimenez disebut ikut memperkuat nuansa internasional iklan tersebut.

Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini dimulai pada 11 Juni 2026 dan berakhir dengan final pada 19 Juli 2026.

Edisi 2026 juga menjadi Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah karena diikuti 48 negara. Dengan format lebih besar, unsur hiburan dan budaya populer diperkirakan akan menjadi bagian penting dari turnamen.

Adidas tampaknya membaca momentum itu dengan sangat agresif. Melalui “Backyard Legends”, mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun cerita besar tentang sepak bola sebagai bahasa universal.

Strategi ini mengingatkan pada era iklan sepak bola yang diperlakukan seperti film pendek. Bedanya, kali ini Adidas memasukkan Hollywood, musik, teknologi AI, dan bintang generasi baru dalam satu panggung.

Hasilnya adalah kampanye yang terasa luas dan mudah dibicarakan. Dari Messi sampai Chalamet, dari Beckham sampai Bad Bunny, Adidas mencoba menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai acara olahraga sekaligus perayaan budaya global.