Liga Spanyol

Daftar Pemain Aktif Barcelona dan Real Madrid yang Jadi Top Skor El Clasico Setelah Era Messi

Senin, 11 Mei 2026 01:55 WIB
Editor: Redaksi
© Alex Caparros/Getty Images
Lionel Messi saat mengontrol bola dan dihadang Raphael Varane dan Luka Modric dalam pertandingan antara FC Barcelona dan Real Madrid di Camp Nou, Sabtu (24/10/2020). Copyright: © Alex Caparros/Getty Images
Lionel Messi saat mengontrol bola dan dihadang Raphael Varane dan Luka Modric dalam pertandingan antara FC Barcelona dan Real Madrid di Camp Nou, Sabtu (24/10/2020).

INDOSPORT.COM - Sejak Lionel Messi meninggalkan Barcelona pada musim panas 2021, wajah El Clasico berubah cukup besar. Rivalitas Barcelona dan Real Madrid tetap panas, tetapi panggung gol kini tidak lagi berpusat pada satu nama besar.

Pada era Messi, Barcelona memiliki figur yang sangat dominan dalam laga klasik ini. Kini, gol-gol El Clasico lebih tersebar kepada beberapa pemain aktif dari kedua klub.

Data La Liga mencatat Vinicius Junior masih menjadi pemain aktif dengan gol terbanyak di El Clasico. Winger Real Madrid itu mengoleksi 8 gol dalam duel resmi melawan Barcelona.

Di belakang Vinicius, ada Raphinha dengan 7 gol untuk Barcelona. Setelah itu, Kylian Mbappe dan Robert Lewandowski sama-sama berada di angka 6 gol.

Catatan ini menunjukkan bahwa El Clasico memasuki babak baru setelah era Messi. Tidak ada lagi satu pemain yang terlalu jauh mendominasi daftar pencetak gol.

Vinicius Junior Jadi Wajah Baru Real Madrid

Vinicius Junior menjadi simbol paling kuat dari era baru Real Madrid di El Clasico. Kecepatan, keberanian duel satu lawan satu, dan ketajamannya membuat Barcelona sering kesulitan mengendalikannya.

Dengan 8 gol, Vinicius menjadi pemain aktif tersubur dalam duel Barcelona melawan Real Madrid. Catatan itu membuatnya berdiri di posisi teratas daftar pencetak gol aktif El Clasico saat ini.

Kontribusi Vinicius tidak hanya penting dari sisi jumlah gol. Banyak aksinya muncul pada laga besar, termasuk pertandingan domestik yang menentukan gengsi dan momentum Real Madrid.

Ia juga berkembang dari sekadar winger eksplosif menjadi pemimpin serangan. Dalam beberapa musim terakhir, Vinicius menjadi salah satu wajah utama Real Madrid di panggung besar.

Raphinha Menjadi Senjata Penting Barcelona

Dari kubu Barcelona, Raphinha muncul sebagai nama yang paling menonjol dalam daftar pencetak gol aktif El Clasico. LaLiga mencatat winger asal Brasil itu sudah membuat 7 gol dalam laga melawan Real Madrid.

Raphinha memberi Barcelona energi besar dari sisi sayap. Ia punya karakter agresif, rajin menekan, dan mampu melepas tembakan berbahaya dari ruang sempit.

Perannya semakin terasa karena Barcelona tidak lagi memiliki Messi sebagai pusat serangan. Dalam situasi seperti itu, kontribusi gol dari pemain sayap menjadi sangat penting.

Raphinha juga beberapa kali tampil menentukan dalam laga besar. Transfermarkt mencatat ia mencetak gol dalam final Piala Super Spanyol melawan Real Madrid pada Januari 2026.

Kylian Mbappe Langsung Memberi Dampak

Kylian Mbappe datang ke Real Madrid dengan ekspektasi sangat besar. Statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia membuat setiap penampilannya di El Clasico selalu menjadi sorotan.

LaLiga mencatat Mbappe sudah mengoleksi 6 gol dalam duel melawan Barcelona. Angka itu menempatkannya sejajar dengan Robert Lewandowski dalam daftar pencetak gol aktif El Clasico.

Mbappe memberi Real Madrid ancaman yang berbeda. Kecepatan, insting gol, dan kemampuan menyerang ruang membuatnya sangat berbahaya dalam transisi cepat.

Kehadirannya juga mengubah bobot rivalitas ini. El Clasico bukan hanya duel dua klub terbesar Spanyol, tetapi juga panggung bagi bintang global generasi baru.

Robert Lewandowski Tetap Tajam di Laga Besar

Robert Lewandowski menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam daftar ini. Striker asal Polandia itu mencatat 6 gol dalam El Clasico bersama Barcelona.

Lewandowski dikenal sebagai penyerang yang sangat efektif di kotak penalti. Pengalaman panjangnya di level elite membuat ia tetap tenang dalam laga dengan tekanan besar.

Meski tidak selalu mendominasi permainan, kontribusinya tetap penting untuk Barcelona. Dalam pertandingan ketat, satu sentuhan Lewandowski sering cukup untuk mengubah arah laga.

Ia juga menjadi penghubung penting antara generasi senior dan pemain muda Barcelona. Kehadirannya memberi pengalaman yang sangat dibutuhkan dalam pertandingan sebesar El Clasico.

Bellingham dan Ferran Torres Ikut Memberi Warna

Selain empat nama teratas, Jude Bellingham juga menjadi bagian penting dari cerita baru El Clasico. Sejak bergabung dengan Real Madrid pada 2023, ia cepat beradaptasi dengan tekanan pertandingan besar.

Bellingham bukan penyerang murni, tetapi kemampuannya mencetak gol dari lini kedua memberi Real Madrid dimensi tambahan. Ia menjadi contoh gelandang modern yang bisa menentukan laga dari ruang-ruang terlambat.

Dari Barcelona, Ferran Torres juga layak disebut sebagai pemain yang sering muncul pada momen penting. Reuters mencatat Ferran mencetak gol saat Barcelona menang 2-0 atas Real Madrid pada 10 Mei 2026.

Gol itu ikut membantu Barcelona mengunci gelar LaLiga ke-29. Kemenangan tersebut juga memperlihatkan bahwa Barcelona punya banyak sumber gol di luar para penyerang utama.

Pola Gol El Clasico Kini Lebih Merata

Jika dibandingkan dengan era sebelumnya, distribusi gol El Clasico kini terasa lebih merata. Tidak ada satu pemain yang benar-benar mendominasi seperti Messi pada masa puncaknya.

Real Madrid banyak mengandalkan kecepatan dan transisi dari Vinicius serta Mbappe. Sementara Barcelona mendapat kontribusi dari Raphinha, Lewandowski, Ferran Torres, dan beberapa pemain muda.

Perubahan ini membuat El Clasico lebih terbuka secara taktik. Gol bisa datang dari winger, striker, gelandang, bahkan pemain yang masuk dari bangku cadangan.

Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa kedua tim sedang membangun identitas baru. Barcelona dan Real Madrid tidak lagi sepenuhnya bergantung pada satu superstar.

Messi Tetap Jadi Standar Sejarah

Meski sudah meninggalkan Barcelona, Lionel Messi tetap menjadi raja gol El Clasico. LaLiga mencatat Messi mengoleksi 26 gol dari 45 pertandingan melawan Real Madrid.

Di belakang Messi, ada Alfredo Di Stefano dan Cristiano Ronaldo dengan 18 gol. Catatan itu memperlihatkan betapa tinggi standar yang ditinggalkan para legenda dalam rivalitas ini.

Bagi pemain aktif saat ini, mengejar rekor Messi jelas bukan tugas mudah. Namun, Vinicius, Raphinha, Mbappe, dan Lewandowski sudah menjadi nama penting dalam babak baru El Clasico.

Era baru ini tidak lagi hanya tentang satu ikon. El Clasico kini bergerak menjadi pertarungan kolektif, dengan banyak pemain yang bisa muncul sebagai penentu.

Pada akhirnya, perubahan ini justru membuat rivalitas Barcelona dan Real Madrid tetap menarik. Setelah Messi pergi, El Clasico tidak kehilangan daya tarik, tetapi menemukan wajah baru dengan cerita yang berbeda.