INDOSPORT.COM - Legenda Chelsea, Gianfranco Zola, kembali mengenang kedekatannya dengan Piala FA jelang final menghadapi Manchester City. Mantan playmaker asal Italia itu menyebut kompetisi tertua di Inggris tersebut selalu memiliki tempat istimewa dalam perjalanan kariernya.
Zola merasakan langsung bagaimana rasanya mengangkat trofi Piala FA bersama Chelsea. Gelar itu menjadi trofi pertama yang ia raih sejak bergabung dengan The Blues pada 1996.
Saat tiba di Stamford Bridge pada November 1996, Chelsea sudah 27 tahun puasa gelar domestik. Kehadiran Zola kemudian membantu mengubah sejarah klub asal London Barat tersebut.
Pemain mungil asal Italia itu langsung memberi dampak besar pada perjalanan Chelsea di Piala FA musim 1996/97. Ia mencetak gol pada putaran ketiga dan kembali mencatatkan namanya di babak keempat saat menyingkirkan Liverpool.
Kontribusinya berlanjut pada babak perempat final ketika Chelsea menaklukkan Portsmouth. Zola kembali mencetak gol krusial saat menghadapi Wimbledon di semifinal untuk membawa timnya ke partai puncak.
Pada final di Wembley melawan Middlesbrough, Zola memang tidak mencetak gol. Namun, kontribusinya sepanjang turnamen menjadi fondasi keberhasilan Chelsea merebut trofi lewat gol Robbie Di Matteo dan Eddie Newton.
Kesuksesan itu menjadi awal hubungan spesial Zola dengan Piala FA. Hingga kini, kenangan tersebut tetap membekas kuat dalam ingatannya.
Sebanyak 29 tahun telah berlalu sejak momen bersejarah itu. Dalam rentang waktu tersebut, Chelsea berhasil menambah enam trofi Piala FA lainnya.
Kini The Blues kembali tampil di Wembley untuk memburu gelar kesembilan. Manchester City menjadi lawan berat yang harus dilewati demi mewujudkan ambisi tersebut.
Bagi Zola, pesona Piala FA tidak pernah luntur oleh waktu. Ia tetap menilai turnamen ini sebagai salah satu kompetisi terbaik dalam dunia sepak bola.
“Ini adalah kompetisi yang selalu saya anggap sebagai salah satu yang terbaik,” ujar Zola. Menurutnya, format turnamen yang memberi kesempatan bagi semua tim untuk bersaing membuat Piala FA sangat istimewa.
Mantan pemain timnas Italia itu mengaku sangat mencintai konsep kompetisi tersebut. Baginya, keunikan Piala FA sulit ditemukan pada turnamen lain.
“Mungkin karena saya memenanginya pada tahun pertama bersama Chelsea, itu memberi pengaruh besar,” katanya. Namun, ia menegaskan esensi turnamen ini memang luar biasa sejak awal.
Selama tujuh tahun membela Chelsea, Zola menghadirkan banyak momen magis. Kreativitas dan kecerdasannya di lapangan membuatnya dikenang sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Dari sekian banyak gol indah yang ia ciptakan, ada satu yang selalu melekat di hati pendukung Chelsea. Gol itu lahir saat menghadapi Norwich City pada putaran ketiga Piala FA 2002.
Laga tersebut mungkin bukan pertandingan yang paling berkesan secara keseluruhan. Namun, gol yang dicetak Zola menjadi salah satu karya terbaik sepanjang sejarah Chelsea.
Ia menyambut bola sepak pojok dengan sentuhan akrobatik di udara yang sangat sulit dilakukan. Bola meluncur sempurna ke gawang dan membuat publik Stamford Bridge terpana.
Zola mengakui gol tersebut lahir dari naluri murni seorang pesepak bola. Ia bahkan menyebut momen seperti itu hampir mustahil terulang.
“Itu salah satu gol yang mungkin hanya bisa dilakukan sekali dan tidak akan terulang lagi,” ujarnya. Menurutnya, keajaiban dalam sepak bola lahir saat pemain berani mengikuti instingnya.
“Itulah bagaimana terkadang keajaiban terjadi,” lanjut Zola. Pernyataan itu menggambarkan filosofi bermainnya yang penuh imajinasi dan keberanian.
Kini, jelang final terbaru Chelsea di Wembley, semangat yang pernah ia rasakan diharapkan menular kepada skuad saat ini. Zola percaya atmosfer Piala FA selalu mampu menghadirkan motivasi ekstra.
Ia berharap para pemain Chelsea memahami betapa berharganya kesempatan tampil di final. Bermain di Wembley, menurutnya, selalu menghadirkan sensasi berbeda.
Final melawan Manchester City dipastikan menjadi ujian besar bagi The Blues. Namun, sejarah menunjukkan Chelsea kerap mampu tampil maksimal dalam laga-laga penting.
Zola percaya mental juara bisa menjadi pembeda. Pengalaman klub di final Piala FA harus dimanfaatkan untuk menekan dominasi City.
Bagi para pendukung Chelsea, nama Gianfranco Zola akan selalu identik dengan momen-momen ajaib. Sosoknya menjadi simbol era kebangkitan klub di akhir 1990-an.
Warisan itu kini menjadi inspirasi bagi generasi baru di Stamford Bridge. Chelsea berharap dapat menambah babak indah lain dalam kisah panjang mereka di Piala FA.
Jika berhasil mengalahkan Manchester City, The Blues akan kembali menorehkan sejarah. Dan seperti 1997 silam, Wembley bisa kembali menjadi saksi lahirnya kenangan baru yang tak terlupakan.