INDOSPORT.COM - Gelandang andalan Manchester City, Rodri, menegaskan dirinya tidak terlalu memikirkan masa depannya di Stadion Etihad untuk saat ini. Pemain timnas Spanyol tersebut memilih memusatkan perhatian penuh membantu The Citizens menuntaskan perburuan gelar Liga Inggris musim 2025/26.
Nama Rodri kembali menjadi sorotan setelah spekulasi mengenai kontrak barunya bersama Manchester City terus bermunculan dalam beberapa pekan terakhir. Meski klub dikabarkan ingin segera mengikatnya dengan kesepakatan anyar bernilai besar, sang gelandang memilih bersikap tenang.
Rodri menegaskan bahwa prioritas utamanya sekarang adalah menyelesaikan musim sebaik mungkin bersama skuad asuhan Pep Guardiola. Menurut dia, pembicaraan kontrak bukan sesuatu yang mendesak selama tim masih berjuang memburu trofi penting.
“Saya tenang,” ujar Rodri seperti dikutip dari Marca. “Sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan masa depan sekarang karena ada prioritas lain yang jauh lebih penting.”
Ia menambahkan fokus utamanya adalah memastikan Manchester City bisa menutup musim dengan koleksi gelar sebanyak mungkin. Selain itu, Rodri juga mulai memikirkan persiapan menuju Piala Dunia setelah kompetisi klub selesai.
“Saya hanya memikirkan klub saya agar bisa mengakhiri musim dengan gelar sebanyak mungkin. Kami masih punya peluang memenangkan Premier League, lalu setelah itu fokus saya beralih ke Piala Dunia,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa seriusnya Rodri menghadapi persaingan sengit di papan atas klasemen Premier League. Arsenal terus menekan City hingga pekan-pekan terakhir, membuat setiap pertandingan menjadi sangat menentukan.
Pemain bernama lengkap Rodrigo Hernandez Cascante itu menyadari satu hasil buruk saja bisa membuka jalan bagi pasukan Mikel Arteta untuk mengambil keuntungan. Karena itu, ia memilih menunda segala pembicaraan nonteknis sampai seluruh target kompetitif benar-benar selesai.
“Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya hanya memikirkan tim saya dan bagaimana kami mengakhiri musim dengan gelar sebanyak mungkin,” lanjut Rodri. “Saat ini saya benar-benar tidak terlalu memikirkan masa depan karena ada prioritas yang lebih besar.”
Kehadiran Rodri memang sangat vital dalam sistem permainan Guardiola sepanjang beberapa musim terakhir. Perannya sebagai jangkar lini tengah membuat Manchester City tetap stabil saat menyerang maupun bertahan.
Tidak sedikit pengamat yang menilai Rodri kini menjadi elemen paling tak tergantikan dalam mesin taktik Guardiola. Ketika ia absen, keseimbangan permainan City kerap terlihat goyah.
Pemain berusia 29 tahun itu baru saja kembali merumput saat Manchester City menjuarai Piala FA usai menaklukkan Chelsea 1-0 di final akhir pekan lalu. Penampilannya menjadi angin segar setelah sempat menepi dalam lima laga sebelumnya akibat cedera pangkal paha.
Rodri mengakui proses pemulihannya berlangsung penuh keraguan dan tidak mudah dijalani. Ia bahkan sempat ragu apakah final Piala FA merupakan waktu yang tepat untuk kembali bermain.
“Menentukan momen untuk kembali itu tidak mudah karena saya terus dihantui keraguan,” ungkap Rodri. “Bahkan sebelum pertandingan hari ini dimulai, saya masih punya sedikit keraguan.”
Namun semuanya berjalan sesuai harapan setelah ia mampu tampil selama 60 menit. Rodri merasa durasi tersebut sangat membantu memulihkan ritme fisiknya secara perlahan.
“Tetapi semuanya berakhir sangat baik, dan 60 menit ini sangat bagus untuk kondisi tubuh saya,” ujarnya. “Itu sangat membantu saya mendapatkan kembali kebugaran.”
Meski begitu, Rodri mengakui dirinya belum sepenuhnya berada di level terbaik. Ia memperkirakan kondisi fisiknya masih sekitar 80 persen dari performa ideal yang biasa ditunjukkan.
Walau demikian, eks pemain Atletico Madrid tersebut optimistis bisa kembali ke kondisi puncak dalam beberapa pekan ke depan. Kepercayaan diri itu menjadi kabar positif bagi Guardiola jelang dua laga penentu Premier League.
Manchester City kini masih membayangi Arsenal dalam perebutan gelar juara. Setiap kontribusi Rodri akan sangat menentukan apakah City mampu menyalip rivalnya pada tikungan terakhir musim ini.
Bagi Guardiola, kembalinya Rodri ibarat tambahan energi besar saat tekanan kompetisi mencapai puncaknya. Pengalaman dan ketenangan sang gelandang sering menjadi pembeda di laga-laga krusial.
Sikap santainya menghadapi negosiasi kontrak juga memperlihatkan profesionalisme tinggi. Rodri tidak ingin isu personal mengganggu fokus tim saat trofi liga masih bisa diraih.
Manchester City tentu berharap ketenangan itu berujung pada kabar baik setelah musim berakhir. Jika City sukses mempertahankan gelar Premier League, pembicaraan kontrak baru Rodri hampir pasti akan berlangsung dalam suasana jauh lebih ideal.