INDOSPORT.COM - Mikel Arteta mengirimkan psywar berupa sinyal ancaman serius kepada Paris Saint-Germain jelang final Liga Champions musim ini. Pelatih Arsenal itu menegaskan timnya sedang membawa energi luar biasa usai memastikan gelar juara Liga Inggris 2025/26.
Keberhasilan menjuarai Premier League musim ini menjadi titik penting dalam perjalanan panjang Arsenal bersama Arteta. Namun bagi manajer asal Spanyol tersebut, pesta belum selesai karena target terbesar kini berada di Budapest.
Arsenal memastikan trofi liga usai menaklukkan Crystal Palace dengan skor 2-1 pada laga terakhir musim domestik di Selhurst Park. Selebrasi besar pun pecah, menandai akhir dari penantian panjang klub London Utara untuk kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris.
Meski begitu, Arteta tidak ingin euforia gelar domestik membuat konsentrasi timnya menurun. Ia justru meminta para pemain mengubah seluruh kebahagiaan itu menjadi bahan bakar untuk laga final menghadapi PSG akhir pekan ini.
“Kami membutuhkan energi itu terus mengalir, dan melawannya akan menjadi kesalahan besar,” ujar Arteta dikutip dari Goal. Kalimat itu menegaskan bahwa sang pelatih ingin skuadnya tetap larut dalam momentum kemenangan, bukan terlena oleh selebrasi.
Arteta mengatakan seluruh elemen tim sudah membahas langkah berikutnya setelah mengangkat trofi Premier League. Fokus penuh kini diarahkan untuk persiapan menuju partai terbesar dalam sejarah modern klub.
“Kami sudah berbicara tentang apa yang harus kami lakukan di Budapest, bagaimana kami akan menggunakan semua energi luar biasa yang kami miliki menuju final itu,” tambahnya. Persiapan intensif disebut akan langsung dimulai tanpa memberi ruang untuk rasa puas.
Bagi Arsenal, final Liga Champions musim ini bukan sekadar laga biasa. Ini adalah kesempatan emas untuk menulis sejarah baru yang belum pernah mereka capai sepanjang eksistensi klub.
Trofi Premier League memang menjadi pencapaian besar setelah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up. Namun Liga Champions tetap menjadi wilayah yang belum pernah berhasil mereka taklukkan.
Arteta sangat menyadari besarnya peluang tersebut. Ia melihat final kontra PSG sebagai kesempatan untuk mengabadikan generasi pemain Arsenal saat ini dalam buku sejarah sepak bola Eropa.
“Kami tidak sabar menulis babak baru dalam sejarah klub ini dan mengangkat trofi Liga Champions,” kata Arteta. Pernyataan itu menjadi bukti bahwa target Arsenal belum selesai meski gelar domestik sudah diamankan.
Jika mampu menumbangkan PSG, Arsenal akan mencatatkan double winners bersejarah. Gelar Premier League dan Liga Champions dalam satu musim akan menempatkan mereka sejajar dengan klub-klub elite Eropa.
Bagi Arteta pribadi, pencapaian itu akan menjadi validasi sempurna atas proyek besar yang ia bangun sejak datang ke Emirates. Setelah bertahun-tahun melalui kegagalan, kini Arsenal berada di ambang kejayaan sesungguhnya.
Arteta sendiri bukan sosok asing dengan tekanan besar. Sejak memenangkan Piala FA pada musim debutnya tahun 2020, ia terus membangun tim meski beberapa kali gagal di momen penentuan.
Kini, ia percaya status juara Premier League memberi Arsenal aura berbeda. Menurutnya, identitas sebagai kampiun membawa rasa percaya diri baru yang akan sangat penting di panggung final Eropa.
“Saya mengatakan kepada para pemain bahwa seragam ini sekarang mewakili sesuatu yang berbeda,” jelas Arteta. Ia ingin seluruh skuad memahami bahwa mereka kini membawa identitas sebagai tim terbaik di Inggris.
“Kami adalah juara, dan itu membawa banyak kepercayaan diri serta energi yang berbeda,” lanjutnya. Meski begitu, Arteta juga menekankan bahwa status tersebut membawa tanggung jawab jauh lebih besar.
Baginya, tugas klub sekarang adalah menjaga standar tinggi yang sudah dibangun. Arsenal tidak boleh puas hanya dengan satu trofi jika ingin menjadi kekuatan dominan dalam jangka panjang.
“Tugas saya sekarang adalah terus meningkatkan standar dan meraih jauh lebih banyak karena saya yakin kami mampu melakukannya,” tegas Arteta. Keyakinan itu mencerminkan ambisi besar yang terus ia tanamkan di ruang ganti.
Di balik ketegasan tersebut, Arteta juga mengakui ada rasa lega mendalam setelah akhirnya memenangkan Premier League. Perjuangan panjang yang beberapa kali kandas di garis akhir kini terbayar lunas.
Ia mengaku sering membayangkan momen mengangkat trofi itu melalui teknik visualisasi. Kini ketika semua benar-benar terjadi, Arteta merasa metodenya terbukti berhasil.
“Saya orang yang sama, tetapi sekarang lebih bahagia dan lega,” ungkap Arteta. Ia menilai perjalanan panjang Arsenal selama beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar.
Arteta menegaskan timnya memang sudah berkembang pesat, tetapi trofi besar selalu menjadi tujuan akhir. Menurutnya, semua progres tidak akan berarti sempurna tanpa gelar prestisius.
“Kami datang sangat dekat beberapa kali dan gagal di akhir, itu sangat menyakitkan,” katanya. Rasa sakit itulah yang justru menjadi bahan bakar bagi Arsenal untuk berkembang lebih kuat.
Ia percaya kegagalan-kegagalan sebelumnya membantu tim menemukan cara baru untuk bangkit. Mentalitas itulah yang menurutnya membuat keberhasilan musim ini terasa jauh lebih istimewa.
Arsenal kini hanya tinggal selangkah lagi menuju keabadian. Jika mampu menaklukkan PSG di Budapest, generasi ini akan dikenang sebagai skuad terbesar dalam sejarah klub.
Seluruh mata kini tertuju pada final akhir pekan nanti. Dengan energi besar, rasa lapar, dan kepercayaan diri tinggi, Arsenal siap mengejar trofi Liga Champions pertama mereka di bawah komando Mikel Arteta.