Liga Inggris

Xabi Alonso Resmi Latih Chelsea, 5 Pemain Ini Diprediksi Bersinar di Era Baru The Blues

Senin, 25 Mei 2026 19:58 WIB
Editor: Redaksi
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Logo Chelsea Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Logo Chelsea

INDOSPORT.COM - Klub Premier League Liga Inggris, Chelsea FC, resmi memasuki era baru setelah menunjuk Xabi Alonso sebagai manajer permanen mulai musim depan. Pelatih asal Spanyol itu dikontrak selama empat tahun dan akan mulai bekerja efektif pada 1 Juli 2026.

Kehadiran Alonso diharapkan menjadi titik balik bagi klub London Barat tersebut yang dalam beberapa musim terakhir tampil inkonsisten meski telah menggelontorkan dana transfer dalam jumlah besar.

Nama Alonso sendiri melambung setelah sukses membawa Bayer 04 Leverkusen memutus dominasi FC Bayern Munich di Bundesliga dengan gelar tanpa kekalahan. Meski sempat menangani Real Madrid CF dalam periode singkat, reputasinya sebagai salah satu pelatih muda terbaik Eropa tetap terjaga.

Dalam pernyataan resminya, Alonso mengaku bangga dipercaya menangani Chelsea yang disebutnya sebagai salah satu klub terbesar dunia. Ia menegaskan fokus utamanya adalah membangun budaya tim yang kuat dan kembali membawa klub meraih trofi.

Kedatangan Alonso dinilai menarik karena Chelsea saat ini memiliki skuad muda dengan potensi besar, tetapi belum mampu tampil konsisten. Sejak era kepemilikan Todd Boehly dimulai, klub telah menghabiskan lebih dari satu miliar euro untuk merekrut pemain baru.

Namun, investasi besar itu belum sepenuhnya menghasilkan performa stabil di lapangan. Alonso kini dihadapkan pada tugas berat menyatukan pemain-pemain muda berbakat ke dalam sistem permainan yang jelas dan kompetitif.

Pelatih berusia 44 tahun tersebut diperkirakan akan menerapkan formasi andalannya, 3-4-2-1, yang sebelumnya sukses bersama Leverkusen. Skema itu diyakini cocok dengan karakter beberapa pemain Chelsea yang selama ini belum menemukan posisi idealnya.

1. Cole Palmer Diprediksi Kembali Jadi Motor Serangan

Salah satu pemain yang diyakini paling diuntungkan adalah Cole Palmer. Setelah tampil luar biasa pada musim debutnya di Stamford Bridge, performa Palmer musim ini mengalami penurunan.

Gelandang serang asal Inggris itu hanya mencetak empat gol non-penalti di Premier League musim ini. Cedera, inkonsistensi, serta perubahan posisi disebut menjadi faktor utama penurunannya.

Dalam sistem 3-4-2-1 milik Alonso, Palmer diprediksi akan dimainkan sebagai gelandang serang kanan atau “right 10”, posisi yang memungkinkan dirinya lebih bebas bergerak dan mendekati area penalti lawan.

2. Moises Caicedo Cocok dengan Gaya Intensitas Tinggi Alonso

Nama lain yang diperkirakan berkembang adalah Moisés Caicedo. Gelandang asal Ekuador itu sebenarnya tampil cukup solid musim ini meski performanya menurun pada paruh kedua kompetisi.

Karakter agresif, stamina tinggi, dan kemampuan memenangkan duel membuat Caicedo dinilai ideal untuk mengisi lini tengah dalam sistem Alonso. Ia diprediksi menjadi sosok penting dalam menjaga keseimbangan permainan Chelsea musim depan.

3. Geovany Quenda Bisa Jadi Senjata Baru di Sisi Sayap

Chelsea juga telah memastikan kedatangan wonderkid Portugal, Geovany Quenda, dari Sporting CP pada bursa transfer musim panas.

Pemain muda itu disebut memiliki kecepatan dan kemampuan overlap yang cocok dimainkan sebagai wing-back kanan. Pergerakannya di sisi lapangan bisa membuka ruang bagi Palmer untuk bergerak ke tengah.

Meski demikian, adaptasi ke Premier League diperkirakan tetap menjadi tantangan besar bagi pemain muda Portugal tersebut.

4. Jorrel Hato Berpeluang Bangkit di Formasi Tiga Bek

Bek muda Belanda, Jorrel Hato, juga disebut berpotensi tampil lebih maksimal di bawah Alonso. Musim pertamanya di Inggris belum berjalan mulus karena minim kesempatan bermain dan perubahan posisi.

Namun, dalam sistem tiga bek, Hato dinilai cocok mengisi posisi bek kiri tengah. Kemampuan membawa bola, duel satu lawan satu, serta fleksibilitasnya menjadi nilai tambah yang dibutuhkan Alonso.

5. Estêvão Jadi Calon Bintang Masa Depan Chelsea

Sorotan juga tertuju pada talenta muda Brasil, Estêvão. Meski baru mencatat dua gol dan dua assist musim ini, pemain berusia remaja tersebut dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi bintang utama Chelsea di masa depan.

Kombinasi Estêvão, Palmer, dan João Pedro di lini depan dinilai bisa menghadirkan kreativitas dan dinamika baru bagi serangan The Blues.

Meski kedatangan Alonso disambut antusias, tantangan yang menantinya tidak ringan. Chelsea masih menghadapi persoalan inkonsistensi, tekanan tinggi dari suporter, hingga kemungkinan absen dari Liga Champions musim depan.

Namun, pengalaman Alonso membangun tim muda di Leverkusen membuat banyak pihak percaya ia mampu mengubah arah proyek besar Chelsea yang selama ini belum menemukan bentuk idealnya.

Jika berhasil, Stamford Bridge bisa kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa dalam beberapa musim ke depan.