Piala Dunia

Ditolak Amerika, Timnas Iran Bermarkas di Meksiko Selama Piala Dunia 2026

Selasa, 26 Mei 2026 14:24 WIB
Editor: Redaksi
© Getty Images
Suporter Timnas Iran. Copyright: © Getty Images
Suporter Timnas Iran.

INDOSPORT.COM - Tim nasional Iran dipastikan tidak akan menetap di Amerika Serikat selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung. Skuad berjuluk Team Melli itu akan menjadikan Meksiko sebagai markas utama dan hanya terbang ke Amerika Serikat saat hari pertandingan.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya pada Senin waktu setempat. Ia menjelaskan bahwa langkah itu diambil setelah otoritas Amerika Serikat menolak Iran bermukim penuh selama turnamen berlangsung.

Menurut Sheinbaum, FIFA lebih dulu menghubungi pemerintah Meksiko terkait persoalan ini. Permintaan itu datang setelah pihak Amerika Serikat menyampaikan keberatan atas kehadiran penuh tim Iran di wilayah mereka sepanjang kompetisi.

“Kami tidak memiliki alasan untuk menolak kemungkinan mereka tinggal di Meksiko,” kata Sheinbaum dalam keterangannya kepada media. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan kesiapan Meksiko menerima Iran selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli dan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko. Meski demikian, seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.

Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni sebagai laga pembuka Grup G. Setelah itu, mereka akan kembali bermain di kota yang sama menghadapi Belgia pada 21 Juni.

Laga terakhir fase grup akan mempertemukan Iran melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Artinya, tim asuhan Team Melli harus melakukan perjalanan lintas batas setiap kali menjalani pertandingan.

Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait keputusan ini. Permintaan komentar dari sejumlah media internasional juga belum mendapat jawaban hingga berita ini diturunkan.

Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sempat menyinggung isu tersebut pada Maret lalu. Ia menegaskan Iran tetap diperbolehkan tampil di Piala Dunia, tetapi keberadaan penuh mereka di AS dianggap kurang ideal.

“Mereka tetap dipersilakan mengikuti Piala Dunia, tetapi saya tidak berpikir tepat jika mereka berada di Amerika Serikat demi keselamatan mereka sendiri,” ujar Trump saat itu.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi luas soal masa depan Iran di turnamen terbesar sepak bola dunia. Banyak pihak mempertanyakan apakah ketegangan politik akan berdampak langsung pada partisipasi mereka.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj pada Sabtu lalu akhirnya mengonfirmasi perubahan markas tim. Ia memastikan pusat latihan Iran dipindahkan dari Arizona menuju kota perbatasan Tijuana, Meksiko.

Keputusan tersebut kemudian dikonfirmasi resmi oleh FIFA pada Senin. Badan sepak bola dunia itu menegaskan perpindahan lokasi hanya menyangkut akomodasi dan tidak mengubah jadwal pertandingan Grup G.

Taj menjelaskan perpindahan markas ini juga memberikan keuntungan logistik bagi timnya. Selain meminimalkan persoalan visa, Iran juga dapat memanfaatkan penerbangan langsung dari maskapai nasional menuju Meksiko.

“Langkah ini membantu kami menghindari komplikasi visa dan memungkinkan penerbangan langsung Iran Air menuju Meksiko,” ujar Taj dalam keterangannya kepada media lokal.

Rencana Iran untuk tampil di Piala Dunia memang berada dalam sorotan sejak akhir Februari lalu. Situasi memanas setelah Amerika Serikat bergabung dengan Israel dalam serangan terhadap Iran yang memicu eskalasi konflik bersenjata.

Ketegangan geopolitik itu sempat memunculkan kekhawatiran bahwa Teheran tidak akan mengirim tim nasionalnya. Banyak pihak meragukan keamanan serta kelancaran perjalanan Iran ke salah satu negara tuan rumah.

Pada Maret lalu, Mehdi Taj mengakui pihaknya sempat berdiskusi dengan FIFA mengenai kemungkinan memindahkan laga grup ke Meksiko. Usulan itu didorong pertimbangan keamanan dan stabilitas politik.

Presiden Meksiko saat itu juga menyatakan kesiapan negaranya bila FIFA memutuskan perubahan venue. Namun setelah evaluasi panjang, FIFA memilih mempertahankan jadwal pertandingan tanpa perubahan.

Ketidakpastian tersebut bahkan melahirkan spekulasi liar soal kemungkinan pencoretan Iran dari turnamen. Wacana itu semakin ramai setelah sejumlah tokoh politik internasional ikut berkomentar.

Pada April lalu, utusan global untuk kemitraan internasional pemerintahan Trump, Paolo Zampolli, bahkan sempat menyarankan Italia menggantikan posisi Iran. Pernyataan itu langsung ditanggapi dingin oleh pejabat Italia maupun FIFA.

Federasi Sepak Bola Italia menolak membahas kemungkinan tersebut. FIFA pun menegaskan bahwa tidak ada dasar regulasi untuk mencoret Iran dari daftar peserta resmi Piala Dunia.

Iran sendiri memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 lewat jalur prestasi murni. Mereka lolos setelah finis sebagai juara grup pada putaran ketiga kualifikasi zona Asia tahun lalu.

Keberhasilan itu menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Iran. Mereka kini akan tampil untuk empat edisi Piala Dunia secara beruntun, menegaskan konsistensi sebagai salah satu kekuatan utama Asia.

Meski dibayangi persoalan politik dan logistik, fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada persiapan teknis. Pelatih dan staf berharap perpindahan markas ke Tijuana tidak mengganggu ritme latihan.

Dari sisi geografis, Tijuana memang cukup strategis untuk mobilitas menuju kota-kota pertandingan di Amerika Serikat. Infrastruktur modern dan akses transportasi cepat dinilai cocok menunjang kebutuhan skuad.

Langkah ini juga memungkinkan pemain tetap berada dalam lingkungan yang lebih stabil secara psikologis. Situasi itu dianggap penting demi menjaga konsentrasi menghadapi laga-laga berat Grup G.

Iran akan menghadapi tantangan besar melawan Belgia yang menjadi unggulan utama grup. Selain itu, Selandia Baru dan Mesir juga bukan lawan mudah dalam persaingan menuju fase gugur.

Kini seluruh perhatian tertuju pada bagaimana Iran mengelola tekanan besar di luar lapangan. Jika mampu menjaga fokus, Team Melli tetap berpeluang memberi kejutan pada Piala Dunia 2026.