Liga Champions

Melihat Keseruan Parade Bus Terbuka Skuad Como Rayakan Lolos Liga Champions

Selasa, 26 Mei 2026 12:36 WIB
Editor: Redaksi
© Instagram/comofootball
Parade bus terbuka Como dalam merayakan keberhasilan mereka lolos ke Liga Champions musim 2026/27. Instagram/comofootball Copyright: © Instagram/comofootball
Parade bus terbuka Como dalam merayakan keberhasilan mereka lolos ke Liga Champions musim 2026/27. Instagram/comofootball

INDOSPORT.COM - Como merayakan keberhasilan bersejarah usai memastikan tiket ke Liga Champions musim depan dengan cara istimewa. Klub asuhan Cesc Fabregas itu menggelar parade bus terbuka menyusuri jalan-jalan kota bersama ribuan suporter yang larut dalam euforia.

Keberhasilan ini terasa sangat spesial karena menjadi pertama kalinya dalam sejarah Como lolos ke kompetisi elite antarklub Eropa. Klub asal wilayah Lombardia tersebut sukses menorehkan pencapaian luar biasa setelah musim penuh kejutan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by ComoFootball (@comofootball)

Como memasuki pekan terakhir Serie A dengan situasi yang belum sepenuhnya aman. Mereka berbagi posisi keenam bersama Juventus dan tertinggal dua poin dari AC Milan serta AS Roma dalam perebutan zona Liga Champions.

Namun segalanya berubah dramatis pada giornata pamungkas yang menghadirkan skenario sempurna bagi pasukan Fabregas. Como menang telak 4-1 atas Cremonese, sementara Milan secara mengejutkan tumbang 1-2 di kandang dari Cagliari.

Hasil simultan tersebut membuat Como melonjak ke posisi keempat klasemen akhir Serie A musim 2025-2026. Tiket Liga Champions pun resmi menjadi milik mereka, menandai babak baru dalam sejarah panjang klub.

Pencapaian ini terasa semakin luar biasa bila melihat perjalanan Como dalam beberapa tahun terakhir. Dua musim lalu mereka masih berkompetisi di Serie B dan bahkan belum pernah mencicipi turnamen Eropa sebelumnya.

Kini situasinya berubah total setelah transformasi besar di bawah arahan Fabregas. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu berhasil menyulap Como menjadi salah satu kekuatan baru paling mengejutkan di Italia.

Sebagai bentuk syukur atas capaian monumental tersebut, klub menggelar parade kemenangan dengan bus terbuka dari Stadio Giuseppe Sinigaglia. Para pemain dan staf pelatih berdiri di atas bus sambil menyapa lautan suporter yang memadati jalan kota.

Klub juga membagikan berbagai potongan video perayaan tersebut melalui akun media sosial resmi mereka. Atmosfer pesta langsung menjadi viral dan mendapat sorotan luas dari penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Musim ini memang menjadi periode penuh sejarah bagi Como di berbagai ajang kompetisi. Selain finis di zona Liga Champions, mereka juga sukses menembus semifinal Coppa Italia untuk pertama kali.

Langkah impresif itu akhirnya terhenti setelah kalah dari Inter Milan di babak empat besar. Meski gagal ke final, pencapaian tersebut tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan klub.

Sepanjang musim Serie A 2025/26, Como tampil sangat konsisten di bawah komando Fabregas. Mereka membukukan 20 kemenangan, 11 hasil imbang, dan hanya tujuh kekalahan dari total 38 pertandingan.

Catatan produktivitas mereka juga sangat impresif dibandingkan tim papan atas lain. Como mencetak 65 gol dan hanya kebobolan 29 kali, statistik yang mencerminkan keseimbangan luar biasa.

Dalam urusan mencetak gol, hanya juara liga Inter Milan yang mampu tampil lebih tajam. Inter mencetak 89 gol, sementara Como menempati posisi kedua paling produktif di Serie A musim ini.

Kekuatan utama Como terletak pada organisasi permainan yang disiplin serta transisi cepat yang efektif. Fabregas mampu membangun identitas taktik modern yang membuat timnya sangat sulit ditebak lawan.

Permainan Como sepanjang musim kerap dipuji karena menggabungkan kontrol bola dan agresivitas menyerang. Filosofi tersebut menjadi cerminan jelas pengaruh besar Fabregas sebagai pelatih muda visioner.

Kesuksesan ini juga memperkuat reputasi Fabregas sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa saat ini. Dalam waktu singkat, ia berhasil membawa Como dari klub medioker menjadi penantang elite Serie A.

Tidak sedikit pengamat meyakini pencapaian ini bisa membuka jalan bagi Fabregas menuju klub-klub besar Eropa di masa depan. Namun untuk saat ini, fokus utamanya jelas membawa Como bersaing di Liga Champions.

Bagi para pendukung Como, momen ini seperti mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Mereka kini bersiap menyambut malam-malam besar Eropa di Stadion Sinigaglia untuk pertama kali.

Musim depan, stadion berkapasitas ikonik di tepi Danau Como itu akan kedatangan klub-klub raksasa Eropa. Nama-nama besar dunia akan hadir di venue yang selama ini lebih akrab dengan atmosfer kompetisi domestik.

Antusiasme publik kota Como pun terus meningkat sejak kepastian lolos Liga Champions diumumkan. Tiket musiman diperkirakan akan ludes dalam waktu singkat melihat besarnya gairah yang tercipta.

Banyak suporter meyakini ini baru permulaan dari era emas Como bersama Fabregas. Fondasi kuat yang dibangun musim ini dianggap cukup untuk bersaing di level lebih tinggi.

Manajemen klub juga diprediksi akan bergerak agresif pada bursa transfer musim panas mendatang. Investasi pemain baru dibutuhkan agar Como tetap kompetitif menghadapi padatnya jadwal domestik dan Eropa.

Dengan tiket Liga Champions di tangan, daya tarik Como di mata pemain top jelas meningkat drastis. Klub kini punya magnet besar untuk mendatangkan talenta berkualitas dari berbagai penjuru Eropa.

Fabregas sendiri diyakini akan menjadi sosok sentral dalam menentukan arah proyek jangka panjang klub. Pengalamannya sebagai mantan pemain elite memberi nilai tambah besar dalam membangun skuad.

Parade bus terbuka yang digelar di pusat kota hanyalah awal dari perayaan panjang Como musim ini. Kota kecil nan indah di tepi danau itu kini tengah menikmati salah satu babak paling gemilang sepanjang sejarahnya.

Bagi dunia sepak bola Italia, kisah Como menjadi bukti bahwa mimpi besar selalu mungkin diwujudkan. Dengan visi jelas, kerja keras, dan keberanian mengambil langkah besar, sejarah baru bisa tercipta kapan saja.