Liga Champions

Luis Enrique Tak Gentar Jika Arsenal Difavoritkan Juara Liga Champions

Jumat, 29 Mei 2026 23:35 WIB
Editor: Redaksi
© Juan Manuel Serrano Arce/Getty Images
Luis Enrique Copyright: © Juan Manuel Serrano Arce/Getty Images
Luis Enrique

INDOSPORT.COM - Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menegaskan bahwa ucapan penuh percaya diri dari Mikel Arteta tidak akan menjadi tambahan motivasi bagi timnya jelang final Liga Champions melawan Arsenal. Menurut Enrique, kesempatan memenangkan trofi terbesar Eropa sudah cukup menjadi dorongan utama bagi skuad PSG.

Paris Saint-Germain dan Arsenal akan saling berhadapan pada partai final Liga Champions yang berlangsung di Budapest, Sabtu malam waktu setempat. Laga tersebut menjadi perebutan gelar paling bergengsi dalam sepak bola antarklub Eropa musim ini.

Arsenal datang ke pertandingan dengan status juara Premier League setelah mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun tanpa gelar liga Inggris. Keberhasilan itu membuat suasana di dalam skuad The Gunners dipenuhi rasa percaya diri tinggi menjelang duel besar kontra PSG.

Kepercayaan diri Arsenal semakin terlihat setelah beredarnya video dari pesta privat pemain dan keluarga tim pada akhir pekan lalu. Dalam video tersebut, Mikel Arteta terdengar lantang menyatakan keyakinannya bahwa Arsenal akan menjadi juara Eropa pada akhir pekan ini.

“Pada hari Sabtu nanti, kita akan menjadi juara Eropa,” ujar Arteta di hadapan para pemain dan keluarga mereka dalam video yang bocor ke publik. Pernyataan itu kemudian memancing banyak reaksi, terutama dari media dan pengamat sepak bola di Prancis.

Sejumlah pihak di Prancis menilai ucapan Arteta terlalu percaya diri mengingat Arsenal akan menghadapi PSG yang berstatus juara bertahan Liga Champions. Namun, Luis Enrique memilih tidak menjadikan pernyataan tersebut sebagai bahan tambahan untuk membakar semangat timnya.

“Saya rasa tidak ada motivasi yang lebih besar selain memenangkan Liga Champions,” kata Enrique saat menghadiri konferensi pers jelang pertandingan final. Pelatih asal Spanyol itu juga menilai komentar di luar lapangan hanyalah bagian dari strategi menjelang laga besar.

“Yang lainnya hanyalah strategi semata. Besok kita akan melihat siapa yang lebih baik dan siapa yang pantas memenangkan pertandingan,” lanjut Enrique dengan nada tenang namun penuh keyakinan menghadapi duel melawan Arsenal.

Luis Enrique menegaskan bahwa dirinya lebih memilih fokus pada kondisi internal tim dibanding memikirkan komentar lawan. Ia ingin PSG tampil dengan versi terbaik mereka demi mempertahankan gelar Liga Champions yang diraih musim lalu.

“Kami sama-sama datang sebagai juara liga di negara masing-masing. Saya hanya fokus pada hal-hal positif untuk tim saya agar kami bisa menunjukkan performa terbaik di pertandingan nanti,” tutur mantan pelatih Barcelona tersebut.

Arsenal sendiri belum pernah memenangkan Liga Champions sepanjang sejarah klub berdiri. Satu-satunya final yang pernah mereka jalani terjadi 20 tahun lalu ketika dikalahkan Barcelona dalam laga dramatis di Paris.

Di sisi lain, PSG memiliki pengalaman berbeda karena sukses merebut gelar Liga Champions pertama mereka musim lalu. Klub asal Paris itu bahkan tampil luar biasa setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 pada laga final sebelumnya.

Kini, PSG memiliki peluang besar mencetak sejarah baru sebagai klub kedua yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun setelah Real Madrid. Ambisi besar tersebut membuat skuad asuhan Luis Enrique datang ke Budapest dengan mentalitas juara.

Saat ditanya apakah rasa lapar Arsenal untuk memenangkan trofi Liga Champions pertama bisa menjadi keuntungan bagi lawan mereka, Enrique mengakui bahwa motivasi tersebut memang sangat kuat. Namun, ia menegaskan bahwa keinginan PSG mempertahankan gelar jauh lebih besar.

“Itu memang motivasi yang sangat kuat. Tetapi tahukah Anda seberapa besar motivasi untuk memenangkan Liga Champions dua kali berturut-turut? Itu jauh lebih besar,” ujar Enrique dengan penuh keyakinan.

Komentar Enrique menunjukkan bahwa PSG tidak ingin kehilangan status mereka sebagai penguasa baru Eropa. Dengan pengalaman, kualitas skuad, dan mental juara yang dimiliki, klub asal Prancis tersebut percaya diri mampu kembali menaklukkan Arsenal pada partai final nanti.

Meski demikian, Arsenal tetap menjadi ancaman serius bagi PSG setelah menjalani musim luar biasa di bawah arahan Mikel Arteta. Kombinasi permainan disiplin, lini pertahanan kokoh, dan semangat juang tinggi membuat The Gunners diyakini mampu memberikan perlawanan sengit di Budapest.

Final Liga Champions musim ini pun diprediksi berlangsung sangat ketat dan penuh tensi tinggi sejak menit pertama. PSG membawa ambisi mempertahankan mahkota Eropa, sementara Arsenal memburu sejarah dengan memenangkan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub mereka.