INDOSPORT.COM - Legenda sepak bola Brasil, Cafu, menilai Arsenal memiliki peluang besar untuk mengalahkan Paris Saint-Germain pada final Liga Champions musim 2025/26. Menurut mantan bek AC Milan tersebut, kekuatan bola mati dan organisasi permainan menjadi senjata utama tim asuhan Mikel Arteta.
Final Liga Champions musim ini akan mempertemukan Arsenal melawan PSG di Budapest, Sabtu waktu setempat. Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama tampil impresif sepanjang perjalanan menuju partai puncak kompetisi elite Eropa tersebut.
Cafu mengaku kesulitan menentukan tim yang lebih difavoritkan untuk memenangkan laga final di Budapest nanti. Pria berusia 55 tahun itu menilai kualitas skuad Arsenal dan PSG berada pada level yang hampir seimbang.
“Saya tidak tahu, sangat sulit menentukan siapa yang akan menang karena kualitas kedua tim sangat mirip,” ujar Cafu kepada Daily Mail Sport. Mantan kapten Timnas Brasil itu menilai Arsenal dan PSG memiliki kualitas pemain inti yang sama kuatnya pada musim ini.
Meski demikian, Cafu memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan Arsenal dalam memanfaatkan situasi bola mati selama kompetisi berlangsung. Ia menilai strategi tersebut bisa menjadi pembeda ketika menghadapi PSG yang dikenal memiliki permainan menyerang sangat agresif.
Menurut Cafu, Arsenal merupakan tim yang sangat berbahaya ketika mendapatkan peluang melalui skema set-piece di dekat area pertahanan lawan. Selain itu, lini belakang The Gunners juga dianggap tampil disiplin karena tidak banyak kebobolan sepanjang turnamen berlangsung.
“Arsenal adalah tim yang sangat berbahaya dan mereka tahu bagaimana memanfaatkan bola mati,” kata Cafu menjelaskan. Ia juga memuji soliditas pertahanan Arsenal yang menjadi salah satu faktor penting keberhasilan mereka mencapai final Liga Champions musim ini.
Legenda AC Milan tersebut menilai keberhasilan Arsenal melangkah hingga final membuktikan perkembangan besar yang dicapai skuad Mikel Arteta dalam beberapa musim terakhir. Cafu melihat Arsenal kini tampil lebih matang dan percaya diri ketika menghadapi tekanan di pertandingan besar Eropa.
Selain berbicara mengenai peluang Arsenal dan PSG di final Liga Champions, Cafu juga menghadiri acara “Move Like a Pro” yang digelar FedEx di Budapest. Dalam kegiatan tersebut, para penggemar sepak bola mengikuti berbagai tantangan interaktif yang menguji kemampuan teknik dan kerja sama tim.
Acara tersebut memberikan kesempatan kepada suporter untuk mencoba tantangan kecepatan, akurasi, hingga koordinasi permainan bersama peserta lain. Beberapa pemenang yang beruntung bahkan mendapatkan tiket untuk menyaksikan langsung final Liga Champions di stadion.
Cafu turut menjadi pusat perhatian ketika membawa trofi Liga Champions ke Heroes’ Square di Budapest sebelum diperlihatkan kepada publik. Kehadiran legenda Brasil itu membuat suasana festival sepak bola menjelang final semakin meriah dan dipenuhi antusiasme suporter dari berbagai negara.
Mantan pemain AC Milan tersebut mengaku memiliki kenangan istimewa setiap kali menghadiri final Liga Champions karena pernah memenangkan kompetisi itu pada 2007. Cafu mengatakan atmosfer final Liga Champions selalu menghadirkan emosi dan pengalaman yang sulit dilupakan sepanjang kariernya.
“Berada di Budapest untuk final Liga Champions sangat spesial dan mengingatkan saya pada momen indah bersama AC Milan pada 2007,” ujar Cafu. Ia merasa senang bisa kembali merasakan atmosfer kompetisi terbesar antarklub Eropa tersebut bersama para penggemar sepak bola dunia.
Cafu juga memuji antusiasme para suporter yang hadir dalam rangkaian festival menjelang pertandingan final di Budapest. Menurutnya, kegiatan interaktif seperti “Move Like a Pro” mampu menghadirkan pengalaman berbeda dan membuat pendukung semakin dekat dengan atmosfer Liga Champions.
Ia mengaku menikmati kesempatan berinteraksi langsung dengan para penggemar melalui berbagai tantangan keterampilan sepak bola di lokasi acara. Cafu bahkan beberapa kali terlihat beradu kemampuan dengan suporter sambil memberikan motivasi dan semangat kepada peserta yang hadir.
Final Liga Champions musim 2025/26 diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar musim ini karena mempertemukan dua tim dengan gaya bermain berbeda. Arsenal mengandalkan organisasi permainan kolektif, sedangkan PSG dikenal memiliki kreativitas dan kecepatan tinggi di lini serang.
Bagi Arsenal, laga ini menjadi kesempatan emas untuk meraih gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub asal London tersebut. Sementara itu, PSG berusaha mempertahankan dominasi mereka di Eropa setelah sukses menjadi juara pada musim sebelumnya.
Perhatian publik kini tertuju kepada duel strategi antara Mikel Arteta dan Luis Enrique yang sama-sama dikenal memiliki filosofi permainan menyerang modern. Kedua pelatih diperkirakan akan menurunkan komposisi terbaik demi memastikan timnya mampu mengangkat trofi Liga Champions di Budapest.
Cafu percaya pertandingan final nanti akan berlangsung ketat karena kedua tim mempunyai kualitas individu dan kolektivitas yang sangat baik. Namun, ia menegaskan Arsenal tetap memiliki peluang besar jika mampu memaksimalkan situasi bola mati serta menjaga konsentrasi pertahanan sepanjang pertandingan berlangsung.