INDOSPORT.COM - Turnamen yang berakhir dengan gelar kedua Spanyol menghadirkan banyak kandidat kuat untuk susunan terbaik. Best Starting XI pilihan INDOSPORT disusun berdasarkan performa, pengaruh taktis, konsistensi, statistik, dan keberhasilan pemain membawa negaranya melaju jauh.
Pemilihan ini bukan daftar resmi FIFA, melainkan keputusan editorial setelah menilai perjalanan Piala Dunia 2026 dari fase grup sampai final. Posisi pemain disesuaikan agar membentuk kesebelasan yang seimbang, bukan sekadar mengumpulkan pencetak gol terbanyak.
Formasi 4-2-3-1 dipilih karena mampu menampung pengatur tempo, gelandang box-to-box, playmaker bebas, dua penyerang sayap kreatif, dan penyerang tengah. Struktur tersebut membuat Best Starting XI tetap realistis apabila benar-benar dimainkan.
Spanyol menyumbang lima pemain karena menjadi juara dengan pertahanan terbaik sepanjang sejarah turnamen, hanya kebobolan sekali dalam delapan pertandingan. Dominasi tersebut menjadi fondasi utama Best Starting XI Piala Dunia 2026 versi INDOSPORT.
Susunan Best Starting XI Piala Dunia 2026
| Posisi | Pemain | Negara | Alasan Utama |
|---|---|---|---|
| Kiper | Unai Simon | Spanyol | Golden Glove dan tujuh clean sheet |
| Bek kanan | Achraf Hakimi | Maroko | Progresi, kecepatan, dan membawa Maroko ke perempat final |
| Bek tengah | Pau Cubarsi | Spanyol | Pemain muda terbaik dan pilar pertahanan juara |
| Bek tengah | Aymeric Laporte | Spanyol | Pengalaman, distribusi, dan organisasi pertahanan |
| Bek kiri | Marc Cucurella | Spanyol | Disiplin duel, pressing, dan keseimbangan |
| Gelandang bertahan | Rodri | Spanyol | Golden Ball dan pengatur tempo terbaik |
| Gelandang tengah | Jude Bellingham | Inggris | Tujuh gol dan kontribusi dua arah |
| Sayap kanan | Kylian Mbappe | Prancis | Golden Boot dengan sepuluh gol |
| Gelandang serang | Lionel Messi | Argentina | Delapan gol dan empat assist |
| Sayap kiri | Michael Olise | Prancis | Rekor tujuh assist |
| Penyerang tengah | Erling Haaland | Norwegia | Tujuh gol dan membawa Norwegia ke perempat final |
| Pelatih | Luis de la Fuente | Spanyol | Juara dunia dan 38 pertandingan tidak terkalahkan |
Alasan Memilih Formasi 4-2-3-1
Susunan ini memakai dua gelandang untuk melindungi pertahanan, sementara Lionel Messi ditempatkan sebagai pemain nomor 10. Michael Olise dan Kylian Mbappe mengisi sisi lapangan, sedangkan Erling Haaland menjadi titik akhir setiap serangan.
Formasi tersebut juga memungkinkan perubahan bentuk tanpa melakukan pergantian pemain. Ketika menguasai bola, Hakimi dapat bergerak tinggi, Messi mendekati Haaland, dan Rodri menjaga keseimbangan bersama Bellingham di belakang serangan.
Kiper Best Starting XI Piala Dunia 2026
Unai Simon
Unai Simon menjadi pilihan paling logis di bawah mistar setelah memenangkan Golden Glove dan mencatat tujuh clean sheet. Ia hanya kebobolan sekali sepanjang Piala Dunia 2026, termasuk menjaga gawangnya tetap aman pada semifinal dan final.
Kualitas Simon tidak berhenti pada penyelamatan karena distribusinya membantu Spanyol membangun serangan dari area sendiri. Dalam Best Starting XI, keberanian bermain pendek dan ketenangannya menghadapi tekanan membuat struktur penguasaan bola tetap terjaga.
Ia juga berada di belakang pertahanan yang menciptakan rekor baru untuk sebuah tim juara dunia. Spanyol hanya kemasukan saat menghadapi Belgia, kemudian kembali mencatat clean sheet melawan Prancis dan Argentina.
Lini Belakang Best Starting XI Piala Dunia 2026
Achraf Hakimi
Achraf Hakimi dipilih sebagai bek kanan setelah membantu Maroko mencapai perempat final untuk kedua kalinya secara beruntun. Ia mencetak gol melawan Haiti dan terus menyediakan lebar, kecepatan, serta ancaman progresif sepanjang Piala Dunia 2026.
Dalam Best Starting XI, Hakimi mendapat kebebasan naik ketika Rodri menutup ruang di belakangnya. Kemampuan berlari berulang, mengirim umpan silang, dan menyerang ruang membuat sisi kanan kesebelasan ini memiliki daya ledak besar.
Hakimi juga memainkan peran dalam situasi bola mati dan proses serangan Maroko dari sisi kanan. Umpannya melalui skema tendangan bebas membantu terciptanya gol pembuka saat Atlas Lions mengalahkan Kanada pada babak 16 besar.
Pau Cubarsi
Pau Cubarsi menjadi bek tengah pertama setelah memenangkan penghargaan pemain muda terbaik dan tampil matang pada usia 19 tahun. Ia merupakan bagian penting pertahanan Spanyol yang hanya kemasukan satu gol selama Piala Dunia 2026.
Cubarsi unggul membaca arah serangan, berani menjaga garis tinggi, dan nyaman mengalirkan bola melewati tekanan pertama. Best Starting XI Piala Dunia 2026 membutuhkan bek yang mampu bertahan sekaligus memulai serangan secara konsisten.
Ketenangannya terlihat ketika menghadapi penyerang berpengalaman dalam pertandingan fase gugur. Cubarsi membantu Spanyol meredam serangan Prancis, sebelum membatasi Argentina hingga tidak menghasilkan tembakan selama waktu normal pada final.
Aymeric Laporte
Aymeric Laporte mendampingi Cubarsi karena menghadirkan pengalaman, ketenangan, dan keseimbangan kaki kiri pada pertahanan juara. Kontribusinya membantu Spanyol membatasi Argentina tanpa tembakan selama 90 menit pada final Piala Dunia 2026.
Laporte tidak selalu menghasilkan aksi mencolok, tetapi penempatan posisi dan pengambilan keputusannya menjaga jarak antarlini tetap rapat. Dalam Best Starting XI, ia menjadi pengatur pertahanan yang memberi kebebasan Cubarsi melakukan antisipasi agresif.
Kombinasi Laporte dan Cubarsi juga penting dalam tahap pembangunan serangan dari belakang. Keduanya dapat mengirim operan ke lini tengah tanpa memaksa Rodri turun terlalu dalam untuk menjemput bola.
Marc Cucurella
Marc Cucurella mengisi bek kiri setelah menjalani turnamen yang sangat disiplin dalam duel dan penjagaan ruang. Ia menjadi bagian dari tujuh clean sheet Spanyol serta mampu menjaga keseimbangan ketika pemain depan bergerak masuk ke tengah.
Pergerakan Cucurella membuat Best Starting XI dapat berubah menjadi tiga bek ketika Hakimi menyerang lebih tinggi. Energi, agresivitas, dan keberaniannya menekan lawan menjadikan sisi kiri tetap kuat dalam fase menyerang maupun bertahan.
Cucurella juga menawarkan fleksibilitas karena mampu bermain sebagai bek kiri konvensional atau masuk lebih dekat menuju gelandang. Kemampuan tersebut penting untuk mengimbangi kebebasan Mbappe ketika penyerang Prancis itu tidak selalu turun bertahan.
Lini Tengah Best Starting XI Piala Dunia 2026
Rodri
Rodri merupakan nama pertama di lini tengah setelah meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen. Kapten Spanyol itu menyelesaikan 790 operan, sebuah rekor Piala Dunia 2026, sekaligus mengendalikan tempo dan keseimbangan tim juara.
Dalam Best Starting XI, Rodri menjadi poros yang menghubungkan pertahanan dengan empat pemain menyerang. Kemampuannya membaca transisi, memilih arah operan, dan menjaga posisi memungkinkan rekan setim mengambil risiko tanpa merusak struktur.
Rodri mungkin tidak mendominasi daftar gol atau assist, tetapi pengaruhnya terlihat pada kemampuan Spanyol mengendalikan wilayah permainan. Ia menjadi titik aman ketika tim perlu keluar dari tekanan atau memperlambat tempo pertandingan.
Jude Bellingham
Jude Bellingham mendampingi Rodri setelah mencetak tujuh gol dan membantu Inggris meraih peringkat ketiga. Jumlah tersebut menjadi rekor pemain Inggris dalam satu edisi Piala Dunia 2026, meskipun posisi dasarnya bukan penyerang tengah.
Bellingham memberikan tenaga, tekanan, penetrasi, dan kemampuan tiba di kotak penalti pada waktu yang tepat. Best Starting XI membutuhkan gelandang yang mampu bekerja dua arah, sehingga kontribusinya tidak hanya dinilai melalui jumlah gol.
Gol ketujuh Bellingham tercipta ketika Inggris mengalahkan Prancis 6-4 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Penyelesaian tersebut melengkapi turnamen ketika pergerakannya dari lini kedua menjadi salah satu senjata utama Inggris.
Lini Serang Best Starting XI Piala Dunia 2026
Kylian Mbappe
Kylian Mbappe mengisi sayap kanan setelah merebut Golden Boot dengan sepuluh gol dari delapan pertandingan. Ia juga menutup Piala Dunia 2026 sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen dengan koleksi 22 gol.
Dalam Best Starting XI, Mbappe dapat menyerang ruang di belakang pertahanan atau bergerak mendekati Haaland. Kecepatan, penyelesaian akhir, dan kemampuan menciptakan peluang sendiri membuatnya menjadi ancaman paling eksplosif dalam susunan ini.
Dua golnya melawan Inggris pada perebutan peringkat ketiga memastikan gelar pencetak gol terbanyak turnamen. Mbappe melewati catatan karier Messi dan mencapai 22 gol hanya dalam tiga edisi Piala Dunia.
Lionel Messi
Lionel Messi ditempatkan sebagai gelandang serang bebas setelah mencetak delapan gol dan menyumbangkan empat assist. Pada usia 39 tahun, ia membawa Argentina mencapai final Piala Dunia 2026 dan terlibat langsung dalam sebagian besar gol timnya.
Peran Messi dalam Best Starting XI bukan sebagai pemain yang terus menjaga lebar, melainkan penghubung di belakang penyerang. Kebebasan tersebut memaksimalkan visi, kontrol ruang sempit, umpan terakhir, dan kemampuan menentukan pertandingan melalui satu momen.
Argentina beberapa kali diselamatkan keterlibatan Messi pada fase gugur, termasuk assist menuju gol kemenangan atas Inggris. Penampilan tersebut membuatnya tetap relevan dalam susunan terbaik, meskipun Albiceleste gagal mempertahankan gelar dunia.
Michael Olise
Michael Olise menempati sayap kiri setelah menghasilkan tujuh assist, rekor terbanyak dalam satu edisi sejak pencatatan dimulai. Kreativitasnya menjadi pemasok utama serangan Prancis dan membantu Kylian Mbappe menutup Piala Dunia 2026 sebagai top skor.
Olise memberi Best Starting XI kemampuan menciptakan peluang melalui umpan silang, kombinasi pendek, dan operan diagonal. Ia juga dapat bergerak ke area tengah, membuka koridor bagi Hakimi, lalu mengirim bola terakhir kepada Haaland atau Mbappe.
Catatan tujuh assist membuat Olise mengungguli para playmaker terbaik dari edisi-edisi sebelumnya. FIFA juga menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan nilai kreativitas tertinggi melalui tindakan progresif dan keterlibatannya dalam penciptaan peluang.
Erling Haaland
Erling Haaland menjadi penyerang tengah setelah mencetak tujuh gol dan membawa Norwegia mencapai perempat final untuk pertama kalinya. Dua golnya menyingkirkan Brasil, menjadikan debut Piala Dunia 2026 tersebut salah satu cerita terbesar turnamen.
Haaland memberi Best Starting XI titik sasaran yang kuat, cepat, dan mematikan di kotak penalti. Pergerakannya dapat memanfaatkan kreasi Messi serta Olise, sementara keberadaan Mbappe mencegah pertahanan lawan memusatkan perhatian kepada satu penyerang.
Tujuh gol tersebut dicetak sebelum langkah Norwegia dihentikan Inggris pada perempat final. Ketajamannya membawa negara Skandinavia itu menyingkirkan Brasil dan mencatat perjalanan fase gugur terbaik dalam sejarah mereka.
Pelatih Terbaik Piala Dunia 2026
Luis de la Fuente
Luis de la Fuente dipilih sebagai pelatih terbaik setelah membawa Spanyol meraih gelar melalui kemenangan atas Argentina. Ia menjadi pelatih tertua yang menjuarai Piala Dunia 2026 dan memperpanjang rekor tidak terkalahkan timnya menjadi 38 pertandingan.
Keunggulan De la Fuente terlihat dalam keberanian mempertahankan identitas penguasaan bola sambil mengelola kedalaman skuad. Pergantian Ferran Torres dan Nico Williams menghasilkan gol final, memperlihatkan keputusan penting bagi Best Starting XI Piala Dunia 2026.
Ia juga berhasil menyatukan pemain dari generasi dan karakter berbeda tanpa menghilangkan identitas utama Spanyol. Timnya tampil dominan dalam penguasaan, tetapi tetap disiplin ketika kehilangan bola dan menghadapi serangan balik.
Analisis Taktik Best Starting XI Piala Dunia 2026
Secara menyerang, susunan ini dapat berubah menjadi 3-2-4-1 ketika Hakimi naik dan Cucurella menahan posisi. Rodri serta Bellingham menjaga pusat permainan, sedangkan Messi, Olise, dan Mbappe mengisi ruang di belakang Haaland.
Ketika kehilangan bola, Best Starting XI dapat kembali menjadi 4-4-1-1 dengan Messi berada dekat Haaland. Olise dan Mbappe turun menutup jalur samping, sementara Bellingham membantu Rodri menghalangi serangan melalui area tengah.
Keunggulan terbesar kesebelasan ini terdapat pada variasi serangan, karena peluang dapat diciptakan melalui umpan terobosan, crossing, serangan balik, atau kombinasi pendek. Haaland juga memberi opsi permainan langsung ketika lawan menekan terlalu tinggi.
Risiko utamanya muncul ketika Hakimi dan Mbappe berada terlalu jauh di depan secara bersamaan. Rodri, Bellingham, dan Cucurella karena itu memiliki tugas penting menjaga transisi serta mencegah bek tengah menghadapi situasi satu lawan satu.
Pemain yang Nyaris Masuk Best Starting XI
Lamine Yamal menjadi pemain paling sulit ditinggalkan karena berstatus juara dan tampil berani menghadapi lawan besar. Namun, satu gol tanpa assist membuat INDOSPORT memilih Olise yang mencetak rekor tujuh assist selama Piala Dunia 2026.
Bukayo Saka, Mikel Oyarzabal, Emiliano Martinez, Cristian Romero, dan Azzedine Ounahi juga layak masuk pembahasan. Persaingan ketat menunjukkan bahwa Best Starting XI tidak dapat dibuat hanya berdasarkan nama besar atau posisi akhir tim.
Saka menutup turnamen dengan hattrick pada pertandingan perebutan tempat ketiga, sedangkan Martinez mencatat rekor 12 penyelamatan dalam final. Oyarzabal menjadi pencetak gol penting Spanyol, sementara Romero dan Ounahi berpengaruh besar bagi perjalanan negaranya.