Dunia Berhenti Berputar
Jose Mourinho tak membual ketika menyebut dunia berhenti saat El Clasico berlangsung. Bagi pelatih Real Madrid, melawan Barcelona ialah agenda yang bernilai lebih tinggi daripada apa pun.
Barcelona kontra Real Madrid, Ahad (07/10) malam, ibarat final Piala Dunia dalam wujud lain. Meski berselisih 6 peringkat dan 8 poin, Barca tetap mewaspadai Real sebagai bahaya di Liga Spanyol.
Musim 2011-2012, dua raksasa sudah beradu dua kali di Piala Super Spanyol. Mereka menang di rumah masing-masing tapi Real Madrid berhak menjadi juara hanya berkat keunggulan gol tandang.
Kini di Primera Division, kaum Catalan bertugas lebih dulu menyambut tamu dari ibukota.Barcelona berpredikat sebagai penantang juara yang menduduki peringkat pertama dengan 18 poin.
Pelatih Tito Vilanova fokus pada persiapan tim. Dia menimbang untuk mencoba bek Gerard Pique. Pada waktu sama, Tito menyiapkan Javier Mascherano dan Alex Song sebagai duet di sentral pertahanan.
El Barca sedang mengatasi kelangkaan bek tengah. Mascherano dan Song ialah gelandang bertahan. Tapi Mascha dan Song siap mengisi peran sentral pertahanan setelah kapten Carles Puyol dan Pique cedera.
Vilanova juga berusaha mendinginkan isu perseteruan David Villa dan Lionel Messi. Tito percaya, Villa potensial menjadi top scorer, seperti ambisi Messi untuk mempertahankan trofi El Pichichi.
El Messias pun ingin mengejar gelar top scorer El Clasico. Striker Argentina menghimpun 15 gol. Jumlah gol Messi kurang 3 untuk menyamai senior senegara, Alfredo di Stefano yang justru ialah legenda Madrid.
Secara kebetulan, Messi juga berkompetisi langsung dengan Cristiano Ronaldo, goal getter Real. Dua kualitas sepadan kini mengumpulkan jumlah sama, 5 gol dari 6 pertandingan La Liga.
Bukan hanya Messi dan Ronaldo, Jose Mourinho menilai dua klub ialah tim-tim terbaik dunia. Pelatih Madrid yakin, juara Inggris atau Italia menempati posisi di bawah mereka bila bersaing di La Liga.
Bagaimana bila Los Galacticos Madrid kalah dari Barcelona? Beda poin akan kian besar hingga jarak peringkat makin jauh dan Mourinho pasti cemas karena telah membuat kiasan.