Maradona Ingin Latih Iraq
Iraq pernah sekali lolos ke Piala Dunia. Pada tahun sama, 1986 di Mexico, Diego Maradona menjadi kapten yang membawa Argentina sebagai juara. Kini dua pihak mungkin bekerjasama.
Setelah 26 tahun berlalu, Iraq memimpikan kemungkinan tampil lagi di Piala Dunia dengan bimbingan Sang Juara. Negeri Mesopotamia hendak merekrut Maradona sebagai pelatih.
Posisi pelatih tim nasional lowong setelah Zico mundur pada November 2012. Federasi Sepakbola Iraq berencana memakai jasa Maradona untuk meloloskan mereka ke Brasil 2014.
“Dua hari lalu kami menerima tawaran dan Diego tertarik,” ungkap Hernán Tofoni dari World Eleven, perusahaan yang menangani promosi dan kepentingan Maradona.
Federasi Sepakbola Iraq menawarkan kontrak enam bulan hingga pertengahan 2013. Tapi bila Maradona meraih hasil positif, ikatan kerja akan memanjang hingga Piala Dunia selesai.
Tugas Sang Dewa tak mudah. Maradona mesti mengangkat Iraq dari peringkat ketiga dalam persaingan di Grup B qualifikasi zone Asia untuk lolos ke Piala Dunia 2014.
Hanya dua ranking teratas lolos otomatis ke Brasil 2014. Dua peringkat ketiga Asia mesti tanding lagi pada laga playf-off untuk menambah jumlah tim yang berangkat dari Grup A atau B.
Hingga pertandingan ke-5, Jepang memimpin Grup B dengan 13 poin. Australia menduduki posisi runner-up dengan 5 angka, sama dengan jumlah nilai milik Iraq yang sudah lima kali main.
Di urutan 4, Oman pun menyimpan 5 poin. Bahkan Jordan yang mengumpulkan 4 angka di tempat terbawah masih memilik peluang dan harapan untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2014.
Jika jadi melatih Iraq, Maradona mendapat kesempatan kedua melatih tim nasional. El Pibe sudah pernah memimpin Argentina lolos ke Piala Dunia 2014 meski kemudian kalah telak, 0-4, oleh Jerman di perempa-final.