The Derby of Red England
Entah apa ucapan Brendan Rodgers kepada pemainnya sebelum memasuki Old Trafford. Liverpool yang datang dengan rekor tiga kemenangan beruntun kepayahan di kandang Manchester United.
The Reds Liverpool bermain terbuka namun gagal mengambil alih inisiatif serangan. Tuan rumah The Red Devils United malah leluasa mengirimkan sejumlah sinyal bahaya ke gawang Pepe Reina.
Liverpool harus menanggung akibat dari pendekatan defensif. Menit 19, Patrice Evra mengirimkan bola mendatar ke petak penalti hingga Robin van Persie menjebol gawang Reina. Skor 1-0.
Babak kedua, atmosfer berganti. Daniel Sturridge masuk untuk membuat The Reds lebih berani. Tapi tuan rumah MU berhasil mengamankan situasi dengan malah segera mencetak gol kedua.
Van Persie melambungkan tendangan bebas ke jantung Liverpool. Evra melompat dan menanduk bola. Tapi Premier League menilai gol milik rekannya, Nemanja Vidi?, yang menyundul terakhir.
Sesudah gol menit 54, Liverpool berusaha merespons. Dalam waktu tiga menit, Steven Gerrard mendapat ruang di luar petak penalti dan menendang bola keras ke gawang David de Gea.
Tanpa pengawasan, Sturridge muncul dan menyerobot bola mental yang jauh dari jangkauan De Gea. Liverpool mempertipis ketinggalan menjadi 2-1 tapi tetap tak bisa mengejar selisih gol.
Harapan penonton untuk melihat gol lagi tidak terwujud. United menang 2-1 dan nyaman duduk di peringkat 1 Premier League dengan koleksi 55 poin, unggul 24 angka di atas Liverpool.