Persisam Tantang PSSI
Presiden Direktur Persisam Putra Samarinda Harbiansyah Hanafiah sejak awal telah menyatakan para pemain Persisam tetap fokus menjalani kompetisi Liga Super Indonesia.
Kompetisi Liga Super berinduk kepada Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang selama ini menjadi lawan PSSI.
Terkecuali pengelolaan timnas sudah berada dalam kendali pemerintah, dalam hal ini adalah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
"Saya sudah paham betul kualitas PSSI yang sekarang. Lain halnya bila pemerintah yang mengambil alih, tentunya kami tetap akan mengedepankan kepentingan republik ini," tegas Harbiansyah di Samarinda, Rabu (16/01).
Sebelumnya Komisaris PT Liga Indonesia ini menolak memberangkatkan M Roby. Roby yang juga tercatat sebagai pemain Persisam mendapat panggilan untuk masuk pelatnas Piala Asia 2015.
"Logikanya persiapan panjang yang dilakukan PSSI sangat memberatkan klub yang tetap harus menanggung gaji pemain setiap bulannya," jelas Harbiansyah.
Bayu Gatra termasuk salah satu dari 30 pemain yang mendapat panggilan untuk menjalani seleksi U-23. Kemungkinan besar Bayu tidak akan mengikuti tes fisik U-23, 20-25 Januari.
"Saya tergantung dari manajemen karena saya sudah menjalin ikatan kontrak dengan manajemen Persisam," ungkap Bayu Gatra.
Bayu mengaku belum tahu persis panggilan dari tim U-23 karena belum menerima pemberitahuan baik lisan maupun surat.
Manajer Persisam Agus Coeng Setiawan mengatakan sejauh ini belum ada surat resmi dari PSSI ke Persisam.
"Kalau mereka menganggap organisasi yang bagus seharusnya pemanggilan pemain dilayangkan dengan surat resmi sesuai dengan prosedur. Jangan langsung tembak ke pemain melalui komunikasi sembunyi-sembunyi," kata Agus Coeng mengecam kebiasaan buruk manajerial PSSI.