x

Roy Suryo Terlalu

Rabu, 16 Januari 2013 16:40 WIB
Editor: Jhon Purba

Senin (14/01), terlontar pernyataan dari Roy soal kesiapan pemerintah untuk membubarkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Roy mengatakan hanya ada dua opsi menyelesaikan konflik PSSI dan KPSI.

"Pilihannya hanya dua, yaitu pilih salah satu atau tidak dua-duanya," kata Roy.

Hal tersebut berbalas dengan komentar wakil Sekjen PSSI Tondo Widodo, “Pernyataannya sulit untuk dikomentari karena sulit dipahami apa maksudnya.”

Tondo mengatakan pembubaran PSSI oleh Menpora merupakan hal yang mustahil terjadi. Prosedur membubarkan otoritas tertinggi sepakbola Indonesia tersebut tak semudah perkiraan.

"Kalau ini dilakukan, Indonesia langsung dihukum oleh FIFA. Selain itu, kedaulatan PSSI ada di tangan anggota. Mereka yang bisa membubarkan PSSI. Namun ini juga harus melalui proses panjang," Tondo menandaskan.

Tadi pagi, Roy mengaku telah bertemu dengan pengurus PSSI dan KPSI.

“Tadi pagi secara mendadak dan insidentil di TVRI saya bertemu dengan dua pengurus KPSI, Djamal Aziz dan Togar Manahan Nero. Ketemunya di sebuah wawancara. Tidak ada hal-hal detail yang dibicarakan. Saya hanya mendengarkan semua reaksi,” kata Roy di kantor Menpora, Jakarta.

Usai bertemu dengan KPSI, Roy juga mengaku bertemu pengurus PSSI di Gedung Kemenpora. “Kebetulan lagi saya bertemu dengan Djohar Arifin di kantor. Ada wawancara dengan sebuah televisi swasta. Kemudian saya mengobrol dengan dia,” ungkap Roy.

Mengenai sikap pemerintah dalam menyelesaikan konflik PSSI, Roy mengaku akan mengambil tindakan.

“Saya tetap pada sikap harus diambil sebuah tindakan. Tindakan itu adalah keputusan yang diambil oleh pemerintah. Pemerintah memilih salah satu atau tidak memilih sama sekali (PSSI ataupun KPSI),” tegas politisi Partai Demokrat.

Berita Terkini