Andik Cs Main Seadanya
Ketidakbecusan PSSI membuat tim terpaksa berangkat ke Yordania untuk berlatih tanding. Andik Vermansyah dan kawan-kawan berangkat dari Medan, Sumatera Utara, Selasa (29/01) pukul 18.00.
Penerbangan Medan-Jakarta biasanya memakan waktu sekitar 2,5 jam. Tiba Selasa malam di Jakarta, tim langsung bertolak ke Amman, Yordania, pukul 24.00 dari Bandara Soekarno-Hatta.
Bila sesuai rencana, rombongan tiba di Amman, Rabu pukul 06.00 atau 10.00 pagi waktu setempat. Tim berlatih pemulihan, Rabu sore dan Kamis pagi, untuk jelang duel lawan Yordania, Kamis sore.
Para pemain mengeluhkan jadwal penerbangan yang mepet. Mereka nyaris tidak punya waktu untuk melepaskan kepenatan usai mengarungi perjalanan yang melelahkan.
Kondisi ini sangat menguras stamina dan memperburuk kebugaran.
"Terus terang jetlag dan membutuhkan waktu lama untuk recovery. Pengalaman saya di Amerika Serikat, jetlag mengganggu pernapasan," kata Andik Vermansah.
"Kalau berangkat sekarang, bakal kurang maksimal lawan Yordania. Tapi kami fokusnya lawan Irak," keluh Andik Vermansyah.
Kapten Wahyu Wijiastanto, sebelum keberangkatan, mengaku baru tahu kepastian jadwal uji coba pada Selasa pagi usai latihan di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara, Medan.
"Ya, kami enggak tahu. Kemarin juga infonya batal. Sore semalam kami dikasih tahu akan berangkat Sabtu nanti. Tapi tadi pagi dikasih tahu mendadak juga kami berangkat pas latihan," ujar Wahyu Wijiastanto.
"Kami enggak tahu permasalahannya di mana. Yang penting kami siap saja,” kata Wahyu.
"Kalau kita mau jujur, ini juga enggak bagus. Saya bicara sebagai pemain dan biasanya kami berangkat mau tanding tiga hari sebelum tanding. Di Semen Padang juga begitu," lanjut dia.
"Baru beberapa hari sudah harus datang. Ini karena perjalanan jauh pasti mempengaruhi pertandingan,” jelas pemain asal Semen Padang.
Kondisi pasti akan membuat pemain tampil maskimal bagus, padahal pengurus tidak sepenuhnya mengerti.
"Bagaimana mau main bagus, kondisinya tidak mendukung. Orang enggak tahu kondisi di dalam. Kenyataan seperti ini. Orang enggak tahu kayak apa. Tapi, ya, namanya pemain, bagaimana kondisinya harus bermain sebaik mungkin.”
Okto Maniani mengakui keberangkatan dengan model seperti ini mengganggu stamina karena waktu tidak mendukung.
“Tapi akhirnya mau bagaimana lagi. Ini keputusan pengurus dan kita siap berangkat. Kita pemain kan siap sedia, keputusan ada di pengurus,” tandas Okto.
Sedang Raphael Maitimo berharap pertandingan berlangsung di atas 31 Januari.
"Saya belum yakin pertandingan akan dimainkan tanggal 31 karena kami butuh waktu yang lebih untuk istirahat. Jadi kalau saya disuruh milih, lebih baik pertandingan di awal Februari,” kata pemain naturalisasi ini.