x

Djohar Kritik Garuda

Jumat, 1 Februari 2013 16:40 WIB
Editor: Jhon Purba

Menantang tuan rumah Yordania, Kamis (31/01/13) malam, Indonesia tidak berkutik. Gawang Indonesia harus menerima lima gol dari serangan lawan dan lini depan tak bisa membalas.

Yordania membantai Indonesia di Stadion King Abdullah International, Amman, dengan gol Mahmoud Za'tara, Khalil Bani Attiah (dua gol), Amer Deeb dan Oday Zahran.

Kondisi lapangan yang becek bisa jadi dalih untuk menerima kekalahan karena kondisi lapangan membuat permainana Indonesia tidak berkembang.

Bagi Djohar, kinerja lini pertahanan Indonesia sangat buruk.

"Ini memang hanya pertandingan uji coba. Tetapi hasil 0-5 suatu kerugian karena ini merupakan uji coba terakhir sebelum berlaga di qualifikasi Piala Asia 2015 melawan Irak,” kata Djohar Arifin Husin.

“Lini belakang menjadi titik lemah. Saya meminta kepada Nil Maizar untuk segera melakukan evaluasi dan melakukan perbaikan di lini belakang.”

Menghadapi Irak, Indonesia mungkin tak dapat menambah pemain dari 27 pemain yang saat ini di Yordania. Namun tidak tertutup pada partai qualifikasi selanjutnya, Indonesia menambah pemain.

Secara khusus, Djohar sangat menanti kehadiran pemain Persipura Jayapura Stevie Bonsapia. Stevie tak bisa berangkat ke Yordania karena Persipura menahan paspornya.

Krisis Penyerang

Kesiapan Indonesia menjelang partai perdana qualifikasi Piala Asia 2015, 06 Februari 2013, makin memprihatinkan. Stok lini depan makin gawat setelah Agung Supriyanto menjalani hukuman.

Agung terkena kartu merah pada pertandingan terakhir melawan Singapura di qualifikasi Piala Asia U-22 Grup E yang berlangsung di Riau, 15 Juli 2012.

"Agung kena kartu merah di qualifikasi Piala Asia. Melawan Yordania bisa tapi tidak saat melawan Irak. Dulu dia main di junior, sekarang senior,” kata penanggung tawab tim Bernhard Limbong.

Dengan demikian, Indonesia tinggal punya Mario Aibekop dan Irfan Bachdim. Dengan catatan Irfan Bachdim mau membela Indonesia saat melawan Irak.

Berita Terkini