Nil Maizar Salahkan Cuaca
Nil gagal melepaskan Indonesia dari kekalahan lima gol tanpa balas di Amman, Yordania, dalam duel persahabatan. Saat itu beberapa bagian lapangan tergenang oleh air hujan.
Nil juga berdalih pemainnya masih kelelahan usai menempuh penerbangan panjang dari Jakarta menuju Amman. Rombongan Garuda menghabiskan waktu setidaknya 6-7 jam di udara.
Berangkat dari Jakarta, Rabu (30/01/13) dini hari, rombongan tiba (bila sesuai rencana) di Amman, Rabu pukul 06.00 WIB atau 10.00 pagi waktu Yordania.
Tim melakukan berlatih pemulihan, Rabu sore dan Kamis pagi, untuk menjelang duel melawan Yordania, Kamis sore.
Dokter tim Syarif Alwi mengklaim waktu normal bagi pemain untuk memulihkan kondisi setidaknya 72 jam setelah melakukan perjalanan udara yang panjang.
Faktor kelelahan berdampak pada adaptasi pemain. Nil menegaskan pemainnya tidak mendapat waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
"Para pemain kekurangan waktu istirahat. Lagi pula mereka bermain di tengah dinginnya cuaca di Yordania yang mencapai dua derajat celcius. Itu juga harus mereka sesuaikan," kata Nil Maizar, Jumat.
Nil berjanji akan membenahi segala kekurangan menjelang pertandingan pertama qualifikasi Piala Asia 2015 melawan Irak, 06 Februari 2013.
"Memang hasil yang kami dapat kurang bagus. Saya tidak bisa berbicara banyak soal kekalahan kemarin. Kami harus segera benahi kekurangan di setiap lini. Saat ini fokus persiapan melawan Irak," tegas Nil.
Mengenai permasalahan pemain yang masih minim jam terbang, Nil yang pernah melatih Semen Padang mengatakan akan berupaya untuk menggali lebih dalam potensi pemain.
"Kami berharap pada duel melawan Irak sudah bisa memaksimalkan kemampuan pemain. Masih ada pemain yang minim pengalaman. Kami berusaha memaksimalkan kemampuan mereka," tegas Nil.
Perjalanan Indonesia selama qualifikasi Piala Asia 2015 sangat berat. Tergabung di Grup C, selain Irak, Indonesia harus meladeni dua raksasa sepakbola Asia, yaitu China dan Arab Saudi.