Satgas Menpora Bahas KLB
Rapat satgas untuk membahas dan memantapkan koordinasi persiapan KLB di kantor kemenpora. Demikian penjelasan ketua pelaksana satgas normalisasi Faisal Abdullah di Jakarta, Rabu (13/03/13).
"Semua anggota satgas normalisasi pengawas kongres akan datang. Kami akan rapat koordinasi membahas sejauh mana persiapan kongres karena waktunya sudah mepet," kata Faisal Abdullah.
Satgas akan mengundang Ketua Umum Djohar Arifin, Wakil Ketua Umum Farid Rahman, Sekjen Hadiyandra dan seluruh anggota komite eksekutif (exco) PSSI.
Hingga empat hari menjelang KLB, berbagai masalah masih mengganjal. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah jumlah pemilik suara (voter).
Ketua tim verifikasi Agus Yasmin menyatakan baru 79 voter yang terverifikasi, sisa 21 belum lolos verifikasi. Pernyataan Agus sekaligus membantah pemberitaan soal 100 suara telah terverifikasi.
Sesuai Mou Kuala Lumpur Juni 2012, KLB PSSI 17 Maret akan menghadirkan 100 voter. Jumlah tersebut sama dengan peserta KLB Solo Juli 2011.
Pengaturan Skor
Mou Kuala Lumpur memerintah KLB PSSI 17 Maret membahas empat agenda, yaitu penyatuan liga, revisi statuta, pengembalian 4 anggota exco dan penyelenggaraan KLB dengan peserta KLB Solo 2011.
Menjelang KLB 17 Maret berkembang wacana agar pemberantasan mafia sepakbola dan pengaturan skor juga menjadi pembahasan sidang.
"Sebenarnya ada masalah yang lebih krusial dari 4 agenda kongres, yaitu pengaturan skor dan suap dapat masuk dalam agenda,” kata aktivis Save Our Soccer (SOS) Apung Widadi, Selasa (12/03/13) siang.
Pengaturan skor dan suap menjadi rahasia umum di Indonesia sejak tahun 1980-an. Proses pembuktian pengaturan skor memang membutuhkan waktu lama dan bukti yang kuat.
SOS mencatat kasus suap pernah melibatkan beberapa petinggi PSSI dengan pengurus klub pada tahun 2007. Hingga kini kasus tak terungkap tuntas.
Togar Manahan Nero (anggota komdis PSSI) dan Kaharudin Syah (wakil sekjen PSSI) bermain mata dengan klub Divisi I Panajam Medan Jaya (PMJ) lewat Syawal Rifai (manajer) dan Arismen (asisten PMJ).