Blanco Batalkan Pencoretan
Pemusatan latihan nasional (pelatnas) qualifikasi Piala Asia 2015 memanas dengan keputusan Blanco mencoret 14 pemain asal Liga Super. Blanco berdalih ke-14 pemain tidak disiplin.
Setelah mendapat hukuman dari Blanco, ke-14 pemain tidak terlihat saat latihan Sabtu (16/03/13) pagi. Jumlah yang absen bertambah menjadi 19 pemain.
Menyadari keputusannya menimbulkan keresahan, Blanco menegaskan tidak ada pencoretan pemain. Semua pemain yang tidak hadir bisa kembali berlatih bersama, Senin depan.
"Nanti pemain yang tidak datang hari ini bisa berlatih kembali Senin mendatang. Tidak ada satu pun pemain yang keluar karena kasus indisipliner. Tidak ada sama sekali," kata Blanco, Sabtu (16/03/13).
"Waktu pemain ke hotel itu karena izin pelatih supaya mereka istirahat di hotel sebab mereka dalam keadaan yang sangat capek usai membela klub masing-masing.”
Sebelum pembatalan, para pemain menegaskan tidak ada penjelasan yang jelas dari Blanco. Mereka mengaku sudah meminta izin dari Blanco untuk tidak latihan pagi karena baru bertanding di Liga Super.
Ke-14 pemain adalah Samsidar, Zulham Zamrun, Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi, Zulkifli Syukur (Mitra Kukar), Ponaryo Astaman dan Tantan (Sriwijaya).
Serta tujuh pemain inti Persipura Jayapura, yaitu Boaz Solossa, Riccardo Salampessy, Immanuel Wanggai, Ferinando Pahabol, Patrich Wanggai, Ian Louis Kabes dan Ruben Sanadi.
Sebelumnya wakil ketua Badan Tim Nasional (BTN) Harbiansyah mengkritik keputusan Blanco. Harbiansyah sempat mengatakan untuk mencopot Blanco dari jabatan pelatih Indonesia.
"Mana ada pelatih yang langsung mencoret pemain sebelum kita berlatih. Menyentuh bola pun mereka juga belum. Saya jadi ragu tentang kapasitas dia sebagai pelatih," kecam Harbiansyah.
"Saya akan laporkan ke ketua BTN. Harus ada evaluasi karena kita masih punya beberapa pelatih, seperti Jacksen Thiago dan Rahmad Darmawan. Walau pelatih punya hak, tapi jika di luar nalar, maka kesalahan besar."