x

Menpora Jamin Liga Normal

Jumat, 5 April 2013 17:17 WIB
Editor: Jhon Purba

Kepastian kompetisi liga kembali menjadi masalah setelah pengelola Liga Super dan Liga Primer tidak menepati janji untuk membayar tunggakan dan gaji pemain hingga batas waktu 31 Maret 203.

Badan Olahraga Profesional (BOPI) mengungkap ketidakmampuan PT Liga Indonesia selaku penyelenggara Liga Super dan PT Liga Prima sebagai operator Liga Primer menepati janji.

Sesuai kesepakatan yang pernah tercapai antara BOPI, PT Liga Indonesia, PT Liga Prima dan Menpora, masalah tunggakan dan gaji pemain akan tuntas paling lambat per 31 Maret 2013.

Namun Menpora Roy Suryo menjamin tidak akan menghentikan liga karena merupakan amanat dari Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013.

"Saya akan mengawasi jalannya liga. Tapi berdasarkan hasil kongres, kompetisi harus jalan sampai selesai," kata Roy Suryo, Jumat (05/04/13).

Menpora menegaskan BOPI sudah melakukan pendekatan soal pembayaran gaji pemain. Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) pun sudah mengetahui hal tersebut.

Menpora Berkelit

Menpora tidak menerima tudingan sebagai pihak bersalah dalam kasus Persebaya 1927 tidak masuk dalam skema unifikasi liga tahun 2014.

Menpora akan memanggil PSSI, BOPI dan KOI untuk membahas Persebaya, "Persebaya saat ini terbagi dua, sama-sama punya bonek.  Bonek Persebaya marah semua, tapi yang disalahkan Menpora.”

Penyatuan liga sesuai hasil KLB PSSI 17 Maret 2013 dan perintah Badan Sepakbola Dunia (FIFA). Unikasi liga tahun 2014 hanya mengikutkan 4 klub Liga Primer, Persebaya tidak termasuk di dalamnya.

Menpora sebagai perpanjang tangan pemerintah di posisi netral dan tidak mau merusak konstitusional PSSI yang tertuang dalam KLB 17 Maret.

Berita Terkini