Pemain Siap Mogok
Namun APPI menegaskan aksi mogok bermain sepakbola sebagai pilihan terakhir. Pernyataan APPI sebagai reaksi atas ketidakjelasan gaji pemain yang masih tertunggak.
Dua penyelenggara kompetisi, yakni PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator Liga Primer dan PT Liga Indonesia (LI) yang menggelar Liga Super, telah menyusun skema pelunasan gaji.
Skema pembayaran gaji terungkap dalam pertemuan APPI, LPIS, LI dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) di bawah koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu (10/04/13) petang.
“Pemogokan langkah terakhir. Itu mungkin menjadi hambatan negosiasi dengan PT LI dan PT LPIS,” kata Ponaryo Astaman selaku presiden APPI.
“Kami tidak bisa serta merta mengiyakan. Kami harus menunggu respons dari pemain yang menjadi anggota. Kami berharap ada komunikasi dengan APPI, LPIS dan LI soal pembayaran gaji.”
Ketua eksekutif APPI Valentino Simanjuntak menjelaskan LPIS menawarkan program pelunasan gaji 2 bulan plus 20 persen dari nilai satu bulan gaji. LI menawarkan sistem cicilan selama 6-24 bulan.
Valentino mengecam skema versi LPIS karena bila ada pemain yang gajinya tertunggak 7 bulan, maka pemain hanya mendapat 2 bulan. Begitu gaji lunas, maka kontrak pemain dianggap selesai.
Sedang wakil presiden APPI Bambang Pamungkas menyatakan skema pelunasan gaji dari PT Liga Indonesia tidak masuk akal.
"Pelunasan gaji selama 24 bulan tidak rasional. Harus ada penyelesaian secara tertulis. Pemain sudah bosan dengan janji-janji," tegas Bambang.