Laga Pelipur Lara
Setelah menelan kekecewaan di ajang Liga Champions Juventus ingin kembali bangkit dengan memetik kemenangan saat berkunjung ke kandang SS Lazio di Stadion Olimpico.
Keinginan bangkit dari keterpurukan di kancah Eropa juga menjadi tema Lazio jelang laga ini. Juventus tersingkir dari Liga Champions, Lazio terdepak dari Liga Europa.
Kalah agregat 0-4 menjadi pukulan berat bagi La Vecchia Signora, julukan Juventus. Apalagi pasukan Antonio Conte sebelumnya sudah nyaris setahun tak merasakan pahitnya kekalahan.
Conte menegaskan kepercayaan diri pasukannya tak terganggu dengan kegagalan di Liga Champions. “Mengapa kekalahan dari Bayern bisa mengambil sebagaian kepercayaan diri kami?”
“Mencapai perempatfinal adalah sebuah pencapaian. Klub menargetkan kami lolos ke Liga Champions musim depan dan menjadi juara di Italia. Kami ada di jalur yang benar,” kata Conte.
Kubu Juventus memang harus melupakan kegagalan mereka di Liga Champions. Conte mengharapkan pemainnya bisa langsung fokus ke Serie A.
Juve akan belajar dari kejadian pada musim 2005-2006 lalu. Saat itu Bianconeri tersingkir dari perempatfinal LIga Champions. Juve terpukul dan nyaris membuang keunggulan 10 poin di Serie A.
Upaya Juventus untuk meraup hasil positif demi melupakan Liga Champions kali ini terbilang berat. Sudah tiga kali Juve hadapi Lazio musim 2012-2013 ini, semuanya berakhir tak menyenangkan.
“Akan menjadi pertandingan yang berat di tempat yang sulit. Lazio menyingkirkan kami dari Coppa Italia,” kata Conte.
Juventus memiliki catatan bagus saat hadapi Lazio. Dari 11 pertemuan terakhir di Serie A Juventus tak pernah kalah dengan 8 kali menang. Tapi musim ini Juventus kurang beruntung hadapi Lazio.
Pada November 2012 di ajang Serie A Juventus bermain imbang tanpa gol di depan pendukungnya sendiri di Juventus Stadium.
Awal tahun ini Lazio singkirkan Juve dari Coppa Italia, imbang 1-1 di Juventus Stadium dan menang 2-1 di Olimpico.
Bagi arsitek Lazio Vladimir Petkovic, Juventus bukan tim yang menakutkan dan tak bisa kalah. Kemenangan bisa Lazio dapat dari Juventus.
“Benar, Juventus semakin dekat dengan Scudetto, tapi tak ada yang mustahil. Tak ada yang tak terkalahkan, bahkan Juventus,” kata Petkovic.
“Kami pernah menekan dan menyingkirkan mereka dari Coppa Italia. Kami hanya tak boleh biarkan mereka mengembangkan pemainan terbaiknya,” Petkovic menambahkan.