Merengue Redam Dendam
Perjalanan Real Madrid menuju La Decima akan menemui rintangan besar saat berkunjung ke Signal Iduna Park, markas Borussia Dortmund untuk lakoni semifinal 1 Liga Champions.
Madrid harus jalani ujian berat untuk menghapus kenangan buruk tiap kali tampil di tanah Jerman. Bagi Los Blancos tanah Jerman bukan tempat yang aman.
Sudah 24 kali Los Merengues berkunjung ke tanah Bavaria, hanya sekali mereka pulang membawa kemenangan. Dari rangkaian tersebut 17 kali Madrid menelan kekalahan.
Pada fase grup Liga Champions 2012-2013 ini Madrid juga pulang membawa membawa malu usai takluk 1-2 di tangan Dortmund, lawan mereka di semifinal.
Menyadari acap meraih hasil minor di tanah Jerman José Mourinho meminta pasukannya untuk bekerja keras tak kenal menyerah pada laga nanti.
"Kami dua kali berhadapan musim ini dan belum berhasil mengalahkan mereka. Kali ini kami akan kembali mencoba dan berharap hasilnya akan berbeda,” kata Mourinho.
Berkunjung ke Jerman Madrid akan coba meladeni lawan yang sedang percaya diri. Jürgen Klopp menyatakan anak asuhnya optimistis bisa bekuk Madrid.
Tapi Klopp tak mau merasa di atas angin.Baginya Madrid adalah tim sarat bintang yang bisa menghancurkan siapa saja.
"Tak perlu lagi menggambarkan betapa kuatnya Madrid. Tapi mereka merupakan tim yang pernah kami kalahkan musim ini," kata Klopp.
Jelang laga semifinal kubu Dortmund juga memiliki “hantu” tersendiri. Sudah lama mereka tak merasakan semifinal Liga Champions. Kenangan terakhir mereka pun tak menyenangkan.
Terakhir kali Dortmund tampil di semifinal Liga Champions pada 1997-1998 atau 15 tahun silam. Kala itu Dortmund tersingkir oleh Madrid, yang kemudian menjadi kampiun.
"Sudah 15 tahun sejak kami bermain di semifinal dan kalah agregat 2-0 dari Madrid. Kami sudah membuktikan bisa kalahkan mereka,” kata Lars Ricken meks andalan Dortmund.
"Kami sangat berharap bisa mencapai final. Kami juga ingin balas dendam. Mungkin bukan sekadar balas dendam, tapi juga membuktikan siapa kami sebenarnya," Ricken menambahkan.
"Semua pemain siap melakukan yang terbaik. Rasanya sudah terlalu lama kami tak berlaga di final Liga Champions," kata Klopp.