Pemain PSM Ber-PS Ria
Seluruh pemain PSM memutuskan tidak menjalankan rutinitas latihan sebagai protes terhadap ketidakjelasan gaji. Setidaknya mereka belum menerima gaji untuk bulan April dan Mei 2013.
Untuk mengisi kekosongan waktu, sebagian pemain memilih pulang ke rumah dan kampung halaman. Seperti Kurniawan Karman yang pulang ke rumah orang tuanya di Kabupaten Gowa.
Beberapa pemain bertahan di mes. Fachrul Nurdin yang berasal dari Kabupaten Pangkep tinggal di mes karena ingin menghemat biaya ketimbang pulang ke kampung yang jaraknya terbilang jauh dari Makassar.
I Made Dwi Aryadana, I Ngurah Komang Arya Perdana dan I Ketut Mahendra yang berasal dari Pulau Bali serta Safruddin Tahar asal Ternate menginap di mes Jalan Haji Bau, Makassar.
“Kita bertahan karena mau irit biaya. Sudah tak ada gaji masuk, maka kami harus pintar-pintar atur uang,” ungkap Fachrul.
Untuk membunuh kebosanan di mes, mereka mengisi waktu dengan bermain Playstation (PS). Game Winning Eleven 2013 menjadi pilihan favorit.
“Sering main PS sama anak-anak. Kalau sedang tidak jogging, kita main PS karena tidak ada kegiatan lain,” kata I Ngurah Komang Arya Perdana.
Sambil menunggu pembayaran gaji dan latihan kembali, yang pasti mereka tetap menjaga kebugaran fisik dan stamina.
Kiper I Ngurah Komang Arya Perdana selalu melakukan lompat tali di mes dan berlari-lari ke Pantai Losari. Kegiatan ini menjadi rutinitas Komang setiap hari.