x

Persibo Tinggal 6 Pemain

Selasa, 11 Juni 2013 10:55 WIB
Editor: Jhon Purba

Duel Persibo kontra Persema dalam lanjutan Liga Primer Indonesia 2013 akan berlangsung di Stadion Letjen H Soedirman, Rabu (12/06). Hingga Senin (10/06/13) malam, izin pertandingan belum keluar.

Manajemen Persibo enggan bertanggung jawab dan melempar masalah ke pihak ketiga. CEO Persibo Lukman Wafi tidak berani menjamin kepastian pertandingan melawan Persema.

Lukman Wafi mengaku hingga Senin gagal menghubungi kontraktor lokal yang awalnya berjanji akan menanggung biaya pertandingan dan gaji pemain.

“Seharian saya hubungi, belum diangkat. Tidak ada yang mau membantu lagi, padahal beberapa waktu lalu mereka bersedia membantu," kata Lukman Wafi yang enggan membuka identitas pengusaha itu.

Sebelum melawan Persema, Persibo kalah WO dari Persiba Bantul, Minggu (09/06). Usai menyelesaikan 6 pertandingan, Persibo baru meraih 6 angka dan berada di posisi ketiga terbawah.

Persibo kalah WO dari Persiba karena tidak tidak punya dana untuk menggelar pertandingan. Yang lebih tragis Persibo tidak mampu menggaji pemain.

Menjelang duel melawan Persema, Persibo tinggal punya enam pemain yang bertahan di mes. Keenam pemain adalah Dwi Adi, Wahyudi Hidayat, Wahyu Teguh, Didik Bagus, Panggah Madyantara dan Zulvin Zamrun.

Pemain yang lain memilih memilih pulang karena makan di mes tidak ada. “Kita bertahan karena masih ingin menuntut hak kami," kata kiper Dwi Adi.

Dwi Adi menegaskan tidak mungkin pemain meninggalkan mes karena belum menerima gaji dua bulan. “Saya masih menunggu, meski tidak tahu kapan akan diberikan,” tegas Adi.

Pemain yang pulang adalah Patrik Arongger, Sigit Meiko, Crah Dwi Angger, Indra setyawan, Victor Okto, Happy Kurbiawan, Ovan Fernando, Rizal Setiawan, Totok Setiawan dan Abel Cellow.

Meski pulang, ungkap Dwi Adi, mereka kadang datang ke mes sekadar memastikan kepastian pembayaran gaji. “Kadang mereka ke mes, terus pulang lagi.”

Hukuman Menanti

Nama Persibo sempat mendunia saat ambil bagian dalam penyisihan grup Piala AFC 2013 di Hongkong. Bukan karena berprestasi, tapi gagal melanjutkan pertandingan.

Saat tertinggal 0-8 dari Sunray Cave JC Sunhey (Hong Kong), 09 April 2013, wasit menghentikan pertandingan pada menit 65 karena tinggal enam pemain Persibo yang tersisa di lapangan.

Satu per satu pemain Persibo bertumbangan dengan alasan cedera. Aturan FIFA menyebutkan sebuah tim harus menyisakan sedikitnya tujuh pemain agar sebuah pertandingan layak berlangsung.

Kasus Persibo memunculkan dugaan match fixing (pengaturan skor pertandingan). Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akan mengumumkan keputusan akhir kasus dugaan match fixing Persibo, Rabu (12/06/13).

Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan menjelaskan pihaknya sudah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup dan kelengkapan data sangat signifikan untuk segera memberikan keputusan.

Hinca mengaku kasus Persibo cukup rumit karena membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengumpulkan data. Penyelidikan sudah berlangsung hampir dua bulan.

Selain data dari Persibo, komdis juga mengumpulkan data dari klub lain yang pernah menjadi lawan Persibo. Muncul dugaan match fixing bukan hanya terjadi dalam satu pertandingan tertentu.

Berita Terkini