x

Carlo Pembawa Kedamaian

Kamis, 27 Juni 2013 11:11 WIB
Editor: Jhon Purba

Titik-titik kemarahan jelas terlihat di Real Madrid menjelang kepergian Jose Mourinho. Sebelum hengkang, Jose bermasalah dengan Iker Casillas. Bagi Mourinho, Iker sama dengan pemain lain.

Jose sepertinya lupa Casillas sudah di Madrid sejak tahun 1990 dan tidak pernah berganti klub. Pada periode yang sama, nama Mourinho belum terdengar.

Kiprah Jose Mourinho di bidang kepelatihan baru terdengar pada medio 1995-2000 saat menjadi asisten di Barcelona, musuh hidup-mati Real Madrid.

‘Lawan’ Jose berikutnya adalah Pepe. Sebelum Casillas dan Pepe, Jose pernah mendapat perlawanan dari Sergio Ramos yang tercatat sebagai kapten kedua Los Merengues.

Tiba di Chelsea, Jose Mourinho membidik Cristiano Ronaldo. Katanya, Ronaldo tidak bisa menerima kritik. Selain Madrid, Jose Mourinho selalu berperang dengan pers lokal tempat dia melatih.

Titik-titik perpecahan peninggalan Jose Mourinho menjadi tugas Carlo Ancelotti. Don Carlo dianggap dapat memadamkam dengan cara damai.

Media Spanyol menyebut Ancelotti, meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan damai, berpembawaan tenang dan santai dengan julukan ‘pacificador’ atau pencipta kedamaian.

“Saya belum pernah dipanggil seperti itu. Saya hanya seorang pelatih yang ingin memiliki hubungan baik dengan pemain,” kata Carlo Ancelotti, Rabu (26/06/13) atau Kamis pagi WIB.

“Tetapi saya tak berpikir Madrid membutuhkan seorang pencipta kedamaian. Itu julukan yang menyenangkan, terima kasih," ujar pria Italia pada jumpa pers pertama di Santiago Bernabeu.

Tidak mau menambah titik-titik kemarahan, Carlo memuji Jose Mourinho dengan tulus.

“Mourinho adalah pelatih hebat. Saya amat menghormatinya. Setiap orang memiliki karakter masing-masing. Saya pikir bukan hal baik membuat perbandingan dengan Mourinho,” tegas Ancelotti.

Sambil tak lupa berterima kasih kepada Paris Saint-Germain (PSG), Ancelotti menjanjikan pertambahan trofi bagi Real Madrid, lebih utama mahkota ke-10 Liga Champions, la decima.

"Saya memiliki ambisi dan tanggung jawab memenangi la decima. Itu motivasi luar biasa yang dapat membantu Anda melakukan pekerjaan hebat,” kata Carlo Ancelotti.

Berita Terkini