Subsidi Dalam Dua Bulan
CEO PT Liga, Joko Driyono, pastikan klub dapatkan subsidi hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tahun lalu. Dana tersebut mencapai Rp3 miliar
Klub seperti Persija Jakarta dan PSPS Pekanbaru amat menantikan dana segar dari PT Liga itu. Dua klub Liga Indonesia ini sedang mengalami kendala finansial yang akut.
Pemain Persija bahkan melakukan aksi mogok tuntut pembayaran gaji mereka selama empat sampai enam bulan.
"Termin pertama total sebesar Rp500 juta sudah dibagikan kepada klub. Semuanya harus selesai dalam dua bulan ke depan dan beres sebelum RUPS akhir tahun ini," ujar Joko pada Sabtu (24/08/13).
Dana tersebut merupakan hak klub yang menjadi peserta Liga Indonesia. Bujet ini berasal dari sponsor liga yang beberapa persennya didistribusikan ke kas klub.
"Kami menjual event kompetisi Liga Indonesia, yang di dalamnya ada hak klub. Jadi, dana yang didapat PT Liga, akan dibagi kepada klub juga," tambahnya.
Namun, ia tak menganggap ideal soal peruntukan subsidi di level operasional klub. Sejatinya, subsidi hanya dijadikan stimulus untuk klub.
"Masalahnya adalah ada klub yang menjadikan dana itu hanya sebagai vitamin, sementara tak sedikit, klub yang memakai subsidi itu menjadi makanan pokok," jelasnya lagi.
Kondisi ini muncul, lantaran banyak klub belum mampu mencari dana sendiri dari sponsor. Alhasil, mereka mengandalkan suntikan dana dari operator liga, sebagai bujet utama operasional.