Semen Padang Lega
Salah satu klub peserta Indonesian Premier League (LPI), Semen Padang, mengaku lega dengan keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang akan menghentikan jalannya kompetisi.
Direktur PT Kabau Sirah Semen Padang, Erizal Anwar, mengatakan, pihaknya menyambut gembira atas keputusan dihentikannya kompetisi LPI.
Menurut dia, hal itu lebih baik dilakukan dibanding memaksakan jalannya kompetisi yang nantinya bisa merugikan banyak klub.
"Berkali-kali saya menyampaikan kepada PSSI permintaan kompetisi LPI dihentikan. Saya belum menerima surat resminya, tapi saya lega dengan keputusan ini," kata Erizal pada Minggu (29/09/13).
"Tak hanya Semen Padang, klub-klub lain juga menghendaki agar kompetisi LPI dihentikan. Mereka sudah mengeluarkan banyak biaya yang percuma, untuk ikut berbagai pertandingan," sambung dia.
Selain menghentikan jalannya kompetisi, pihak Exco juga menganulir produk yang dikeluarkan oleh LPI. Ini berarti susunan klasemen di pentas LPI sudah tak bisa dijadikan acuan untuk proses unifikasi liga.
Sebagai gantinya, PSSI akan menentukan format baru untuk menentukan 4 tim yang berhak tampil di kompetisi baru musim depan.
Format tersebut rencananya akan diputuskan pada Senin, 30 September 2013 besok. Dan baru disosialisasikan pada Rabu, 2 Oktober 2013.
"Kami sudah keluar banyak biaya kompetisi. Masalah tuntutan kepada operator, pasti semua klub akan menuntut. Uang hadiah kami di kompetisi musim lalu, masih belum dibayarkan sisanya, " jelas Erizal.
Sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Semen Padang pada Minggu, 29 September 2013 sore akan lakoni laga kontra PSM Makassar di Stadion H. Agus Salim, Padang.
"Biarkan saja dulu berjalan. Penonton sudah hadir, kalau dibubarkan malah membuat kecewa. Untuk masalah format baru unifikasi liga, kami serahkan ke PSSI," tutupnya.