LPI Tuntut Menpora-PSSI
Rencana menempuh jalur hukum jadi kesepakatan bersama dalam pertemuan beberapa klub LPI dan divisi utama dengan Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku pengelola kompetisi di Jakarta.
“Teman–teman minta pertanggungjawaban ketua umum PSSI dan Menpora terhadap potensi pelanggaran,” jelas CEO LPIS Widjajanto.
Widjajanto menjelaskan keputusan rapat komite eksekutif (exco) PSSI di Jakata, 28 September 2013, untuk menghentikan kompetisi di bawah pengelolaan LPIS merupakan sebuah pelanggaran.
LPIS meminta pertanggungjawaban Menpora Roy Suryo dan ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin terhadap indikasi pelanggaran rekonsiliasi dan penyatuan liga oleh pengurus PSSI.
Pertemuan LPIS, klub LPI dan divisi utama sebagai respons atas keputusan komite eksekutif (exco) PSSI, 28 September 2013, melarang kompetisi LPIS bergulir karena tidak valid.
Pertemuan LPIS dengan 11 klub LPI dan 12 klub divisi utama juga sepakat untuk menuntaskan kompetisi musim 2013. Klub LPI akan menghadiri undangan PSSI, Rabu (02/10/13).
Widjajanto menjelaskan pihaknya tetap melanjutkan kompetisi LPI dan divisi utama sesuai kesepakatan bersama (MoU) PSSI, KPSI dan ISL pada 2012 dan ratifikasi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013.
“Klub minta kompetisi dilanjutkan. Ini diatur MoU kemudian diratifikasi KLB PSSI. Putusan kongres tidak mungkin bisa ditorpedo. Kompetisi DU memasuki semifinal, LPI akan berakhir pertengahan November,” jelasnya.