Zulfiandi, Wudhu & Garuda
Gelandang tengah Tim Nasional Indonesia U-19, Zulfiandi, memerankan tugas vital di lini tengah. Zul bertugas menyeimbangkan skema serangan dan pertahanan Timnas U-19 agar bermain lebih stabil.
Dengan pola 4-3-3, Zulfiandi berada di titik sentral. Dia bertugas selaku gelandang bertahan untuk mengimbangi dua rekannya, Evan Dimas Darmono dan Muhammad Hargianto yang lebih ofensif.
Saat Timnas U-19 menyerang, Zulfiandi seolah berdiri sendiri di tengah lapangan. Butuh ketenangan bagi remaja yang baru berusia 18 tahun untuk mengemban tanggung jawab penting dalam tim.
Pelatih Indra Sjafri kemungkinan akan mengandalkan Zul lagi saat Timnas U-19 bertarung dengan Korea Selatan. Indonesia harus menang untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.
Zulfiandi punya cara untuk mengatasi tekanan. Tiap kali sebelum turun tanding, Zul selalu melakukan pesan ibunya untuk wudhu (membersihkan beberapa anggota tubuh sebelum menunaikan sholat).
“Ibu menelepon saya dan mengingatkan untuk berwudhu supaya tenang. Memang setelah wudhu, saya lebih tenang bermain,” ungkap Zulfiandi yang lahir di Bireun, Aceh, Nangroe Aceh Darussalam.
Ketika telah menginjak lapangan untuk membela Tim Nasional, Zulfiandi memadukan ketenangan dengan semangat. Lagu anonim favorit fans, yakni “Garuda di Dadaku” jadi pelecut jiwa tarung Zul.
“Saya senang dengan lagu ‘Garuda di Dadaku’. Ada perasaan bergetar dan tambah semangat ketika saya mendengar lagu itu,” ungkap Zul kepada INDOSPORT yang menghampiri ia di Hotel The Sultan.
Lirik yang menggetarkan semangat pemuda kelahiran 17 Juli 1995 ialah “kobarkan semangatmu, tunjukkan kegigihanmu, kuyakin hari ini pasti menang”! Selamat berjuang, jangan lupa, wudhu, Zul!