Pengurus Lelang Persik
Untuk mengarungi Indonesia Super League 2013-2014 manajemen Persik Kediri kesulitan mendapatkan sponsor hingga Selasa (29/10/13).
"Kalau ada pengusaha yang loyal, punya uang Rp15 miliar, silakan pegang Persik. Pengurus tidak apa-apa,” ujar Sekretaris Umum Persik, Barnadi, di laman Berita Jatim.
“Semua bisa memegang Persik dan tidak harus orang Pemerintah Kota Kediri," tegas Barnadi kemudian. Angka Rp15 miliar itu muncul setelah munculnya draft anggaran operasional Persik selama setahun ke depan.
"Sepakbola era APBD sudah habis. Kita tidak bisa melihat ke belakang. Solusinya, apabila kita tidak punya sponsor, otomatis kembali ke amatir lagi," tutur Barnadi, Senin 28 Oktober 2013.
Manajemen Persik mengaku telah melakukan banyak pendekatan terhadap sejumlah sponsor, namun belum ada yang merespons positif. Situasi makin pelik menilik pendapatan tiket yang minim.
Barnadi menyatakan, pengurus tim Macan Putih dalam dilema karena tak bisa begitu saja menaikkan harga tiket, sementara kapasitas Stadion Brawijaya hanya 15.000 tempat duduk.
“Taruhlah harga karcis ekonomi kita naikkan jadi Rp2.000/lembar, kalau kita buat semua rata ekonomi, kita hanya dapat Rp300 juta," sebut purnawirawan TNI AD itu.
Lebih lanjut Barnadi menegaskan, sebuh tim sepakbola semestinya memiliki stadion berkapasitas minimal 40.000 tempat duduk. Karena kesulitan finansial itulah akhirnya manajemen memutuskan melelang Persik.