x

Persib Berlatih di Cimahi

Rabu, 30 Oktober 2013 14:04 WIB
Editor: Daniel Sasongko

Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, mengaku telah menyusun jadwal pemusatan latihan tim di Ciamis, mulai 24 November 2013.

Training center (TC) rencananya di Ciamis. Kita mulai tanggal 24 November, selama delapan hari,” tandas Djanur di Grha Persib, Selasa (29/10/13).

Djanur berencana memulai latihan perdana Maung Bandung pada Senin, 4 November nanti. Dia juga telah menyusun jadwal uji coba setelah TC di Ciamis.

“Ada uji coba juga di sana (Ciamis). Abis TC langsung siap-siap pertandingan uji coba lawan DC United,” timpal Djanur lagi yang terlansir di laman Simamaung.

“Uji coba dan program latihan sudah disusun. Tanggal 6 (Desember) fixed dengan DC United. Walaupun cuma uji coba tapi tetap harus serius. Sebelum lawan DC juga akan ada 2-3 uji coba,” tandas dia.

Ciamis bukan lokasi yang asing untuk pemusatan latihan Persib. Musim lalu Djanur juga memboyong seluruh squad Maung Bandung ke sana dan juga Purbalingga.

Selama berlatih di dua tempat itu Persib arahan Djadjang Nurdjaman menggenapkan tiga uji coba melawan PSGC Ciamis dan Persibangga Purbalingga.

Kenangan Persib dan Djanur juga terekam di mess squad di Stadion Ahmad Yani. Tempat itu akan segera kosong dan sebagai gantinya Persib akan berpindah ke mess baru di PPI.

“Kenangan baik-buruk di Mess Sidolig, dengan riuhnya bobotoh terasa karena di sana aksesnya terbuka. Menyenangkan ada, boring ada,” tutur Djanur.

Selain karena area tersebut untuk tampat penampungan gelandangan dan pengemis, mess milik Dispora Kota Bandung sedang dalam proses renovasi. Itu sebabnya Persib memutuskan beralih ke PPI.

“Saya yang pertama survei waktu itu dan langsung merasa cocok. Selain mess-nya cukup baik, juga ada lapangan untuk latihan. Jadi latihan deket,” sebut Djanur.

“Kalau musim lalu, ‘kan, harus ke Cimahi, setidaknya butuh waktu minimal 45 menit,” tandas dia lagi. Namun, Persib harus menunggu hingga awal Desember hingga tempat itu siap untuk tempat tinggal squad.

“Tinggal lapangannya mungkin harus ada MoU (Memorandum of Understanding), karena ada beberapa tim yang juga latihan di sana. Kalau kualitas lapang standarlah,” ujar Djanur.

Berita Terkini