x

Pertamina Gali Potensi

Sabtu, 9 November 2013 19:18 WIB
Editor: Jhon Purba

Sebanyak 14 klub sekolah sepakbola (SSB) ambil bagian di Pertamina League U-16 2013 yang menggunakan sistem kompetisi penuh. Masing-masing tim akan bermain 26 kali dalam satu musim.

“Liga Pertamina adalah pembinaan bagi pesepakbola junior, bukan pembinasaan. Kami tetap akan melakukan evaluasi, seperti peraturan dan sebagainya,” tegas Ade Mulyadi.

“Kekurangan tim yang mengikuti Liga Pertamina adalah masih banyak yang menganggap liga ini hanya turnamen. Jadi hanya masalah menang atau kalah, bukan talent coaching.”

Empat atau lima anak dari beberapa tim yang mengikuti Liga Pertamina akan masuk ke Pertamina Soccer School (PSS) berdasarkan seleksi. PSS memilih pemain berdasarkan pemantauan.

PSS juga berfungsi sebagai wadah jika PSSI meminta data pemain yang berpotensi untuk memperkuat tim Indonesia. Salah satu penasihatnya adalah Jarot Supriadi, pelatih kiper untuk timnas U-19.

Sebelum berganti nama menjadi Liga Pertamina, turnamen awal bernama Pertamina Soccer Star. Satu pemain Pertamina Soccer Star yang kini bermain untuk Indonesia U-19 adalah Paulo Sitanggang.

“Dulu Paulo Sitanggang pernah bermain di Pertamina Soccer Star saat di Medan. Dia juga terpilih mengikuti AC Milan Junior Camp pada 2011 sebelum bertolak ke Jember United,” Ade menjelaskan.

Program coaching dan camp dengan Milan adalah salah satu program dari Liga Pertamina. Direktur PSS Hadi Rahmaddani mengungkap penilaian tim dari Milan bahwa Indonesia memiliki kekurangan.

“Tim Milan mengatakan latar belakang budaya sepakbola Indonesia minim. Anak-anak baru mulai pembinaan saat 12-13 tahun. Di luar negeri 7 tahun sudah mulai pembinaan dengan baik,” jelas Hadi.

Berita Terkini