x

Garuda Jaya Menggigil

Selasa, 12 November 2013 23:11 WIB
Editor: Yusuf Abdillah

Minimnya fasilitas olahraga di Indonesia menuntut staf pelatih Timnas U 19 untuk kreatif. Terapi es balok dan air hangat bergantian merupakan salah satu sistem yang menjadi alternatif.

Sebut saja pemilihan lokasi latihan. Terletak di ketinggian, kadar oksigen di Batu lebih tipis. Situasi ini akan membantu pemain meningkatkan kadar VO2Max (kemampuan paru-paru menyerap oksigen).

Contoh kreasi tim pelatih Timnas U-19 adalah berendam di tong yang berisi es balok. Untuk menjaga stamina sekaligus meminimalisir cedera, pemain berendam di air es dan hangat secara bergantian.

Dokter tim, Alfan Nur Asyhar, mengatakan terapi berperan untuk pemulihan stamina pemain.

“Salah satu kegunaannya untuk mengembalikan otot para pemain yang rusak saat berlatih dan bertanding,” ujar Alfan.

“Berendam air es berguna untuk mengisolasi otot-otot yang telah rusak, agar kerusakan otot tidak berkembang kemana-mana,” Alfan menjelaskan.

Alfan menerangkan, terapi es sudah lama ada. “Tim sepakbola Inggris banyak yang melakukan terapi ini, seperti Tottenham Hotspurs, mereka juga memanfaatkan terapi air es,” papar dia.

Saat melakukan terapi, beberapa pemain Timnas terlihat menggigil dan cepat keluar dari tong.

“Kebanyakan yang tak mampu lama adalah pemain yang baru bergabung. Pemain yang sudah lama bergabung mampu bertahan 1 menit dan langsung masuk ke dalam air hangat,” terang Alfan.

Berita Terkini