Indonesia Hampir Habis
Kemenangan 1-0 China memastikan langkah Indonesia makin berat di penyisihan Grup C. Hingga empat pertandingan, Indonesia baru mengumpulkan satu poin.
Tim Merah Putih tertinggal delapan angka dari Arab Saudi yang memimpin grup. Duel terakhir bertemu Arab dan Irak kecil kemungkinan bisa memperpanjang napas Indonesia di penyisihan Piala Asia.
Bermain dalam cuaca dingin, suhu di bawah 12 derajat, pelatih Indonesia Jacksen Ferreira Tiago menurunkan duet Boaz Solossa dan Titus Bonai di lini depan.
Kombinasi Taufiq, Ahmad Jufriyanto, Ahmad Bustomi dan Maitimo menjadi andalan di lini tengah. Barisan bek Hasyim Kipuw, Igbonefo, Roby dan Ruben Sanadi berdiri di depan kiper I Made Wirawan.
China banyak belajar dari duel pertama saat menerima skor 1-1 di Senayan, Jakarta, 15 Oktober 2013. Di Senayan, China bermain dengan memaksimalkan keunggulan tinggi badan.
Di Shaanxi, China mempertajam serangan dengan skema dan taktik menyerang kedua sisi, kemudian melepas bola lambung ke pertahanan Indonesia.
Selain tusukan-tusukan dari kedua sisi, China juga memperlihatkan dominasi di lini tengah. Statistik mencatat China mendominasi hingga 70 persen penguasaan bola.
Setelah berkali-kali mengancam, membuat I Made jatuh bangun dan memaksa barisan pertahanan Indonesia kalang kabut, akhirnya China berpesta menjelang babak pertama berakhir.
Indonesia tertinggal 0-1, China meraih buah kerja keras lewat gol sundulan Wu Lei. Pemain China bernomor punggung 20 meneruskan bola lambung dari sisi kiri pertahanan Indonesia.
Memasuki babak kedua hingga menit 60, tidak ada perbedaan signifikan di lapangan. China tetap menekan, Indonesia sibuk bertahan sambil mengintai kelengahan lawan.
Zulham masuk menggantikan Bustomi. Keputusan Jacksen memainkan Zulham membuat Indonesia mengubah pola dan melahirkan ancaman ke daerah pertahanan China.
Dominasi tuan rumah mulai terusik dengan beberapa kali aksi Titus menembus pertahanan China, namun sayang gagal mencetak gol.
Menit 78, China hampir bersorak untuk kedua kali saat pemain tuan rumah tinggal berhadapan dengan kiper Indonesia. Tendangan pemain China masih melebar dari mulut gawang Indonesia.
Dua menit kemudian, gawang Indonesia kembali terancam. Kemelut di kotak penalti tidak berujung gol setelah bola tendangan China masih membentur tubuh bek Indonesia.
I Made terpaksa meninggalkan gawang untuk menghentikan laju pemain China yang lolos dari kawalan bek Indonesia. Beruntung tidak terjadi gol ke gawang Indonesia pada menit 86.
Menjelang babak kedua berakhir, kedua negara masih sempat saling berbagi serangan. Wasit meniup peluit terakhir, Indonesia harus menerima kekalahan 0-1 di China.