Taufiq Dendam pada Iraq
Indonesia dan Iraq harus menang untuk menunggu peluang di penyisihan Piala Asia 2015. Syarat lain: China kalah oleh tamunya yang memimpin Grup C, Arab Saudi, dan sudah lolos ke Australia.
China berpeluang besar untuk ikut lolos dari Grup C dengan 7 poin dari dua kemenangan dan sekali imbang di Jakarta pada laga ketiga. Iraq menyimpan 3 angka setelah menang 1-0 atas Indonesia.
Posisi Indonesia paling memprihatinkan. Selain seri 1-1 dengan China di Jakarta, Tim Garuda belum pernah menang. Tinggal dua partai, Muhammad Taufiq dan kawan-kawan harus terus menang.
Hanya dengan menang serta China dan Iraq selalu kalah, Indonesia bisa berharap untuk tampil di Piala Asia 2015. Persoalan produktivitas dan selisih gol juga akan jadi faktor penentu tambahan.
Menghadapi tantangan besar, bisakah Indonesia balas dendam atas Iraq yang mengalahkan Tim Garuda 1-0 pada pertandingan pembuka, Februari 2013 lalu? Masih adakah peluang bagi Timnas?
“Kita akan berjuang melawan Iraq, berusaha keras dan maksimal, memperjuangkan harga diri kita dan Indonesia,” kata Taufiq yang masih mengingat kekalahan dari Iraq di Dubai, Uni Emirat Arab.
Taufiq kini merupakan pemain inti tersisa dari laga di Dubai. Ada pemain lain, Slamet Nurcahyono, namun berstatus cadangan tak main pada leg pertama dan di tim binaan Jacksen F Tiago sekarang.
Februari 2013 lalu, Indonesia kalah oleh Iraq yang tak bisa main di negeri sendiri karena masalah keamanan. Kini Younis Mahmoud cs datang ke Jakarta, tempat mereka menjuarai Piala Asia 2007.
Akankah situasi menguntungkan Taufiq dan kawan-kawan? “Kami tentu termotivasi dan semangat untuk pertandingan besok karena main di kandang sendiri,” ucap gelandang berusia 26 tahun.
“Bisa lolos atau tidak, besok kita berjuang keras,” tandas Taufiq yang berusaha mengibaskan beban sebagai tim juru kunci Grup C yang melawan tantangan yang terlalu besar untuk ikut Piala Asia 2015.