x

Indonesia Kalah Lagi

Selasa, 19 November 2013 20:45 WIB
Editor: Jhon Purba

Kekalahan dari Irak makin menenggelamkan Indonesia di Grup C. Usai menyelesaikan lima pertandingan, Indonesia baru mengumpulkan satu poin, hasil imbang saat menjamu China, Oktober 2013.

Menempati dasar grup, Indonesia tersingkir dari persaingan dengan satu satu partai sisa di tangan. Bagi Irak, kemenangan sangat berarti menjaga peluang ke putaran final Piala Asia 2015 Australia.

Tambahan tiga angka membuat Irak mengoleksi enam poin dan menempati posisi ketiga. Irak bersaing keras dengan China yang merebut peringkat kedua.

China gagal menjauhkan diri dari Irak saat bermain 0-0 dengan Arab Saudi, beberapa jam sebelum duel Indonesia-Irak. Tambahan satu angka membuat Arab makin mantap di puncak dan jadi juara grup C.

Menjamu Irak di Senayan, lini depan Indonesia berbeda ketika kalah 0-1 dari China, 15 November 2013. Pelatih Jacksen menurunkan beberapa pemain yang tidak tampil di China.

Wasit Ravshan Irmatov asal Uzbekistan meniup peluit perdana, Indonesia-Irak mencari-cari pola permainan dan saling menjajaki.

Pola dan ritme permainan Indonesia lebih bergairah daripada saat bermain di China. Di China, Indonesia dalam posisi terkepung hingga tiga perempat duel.

Di Senayan, Indonesia berani mengambil inisiatif serangan dan tidak mau tertekan. Taktik pola-pola pendek dan aksi Boaz Solossa-Zulham beberapa kali menembus daerah pertahanan Irak.

Irak lebih dominan. Mengandalkan kecepatan dan keunggulan fisik membuat Irak kerap merepotkan Indonesia. Kiper I Made Wirawan harus keluar dari mulut gawang untuk mematahkan serangan lawan.

Irak memetik kerja keras pada menit 26. Hammadi Ahmed Abdullah menjadi bintang setelah sundulannya mengoyak gawang Indonesia memaksimalkan umpan lambung dari sisi kanan Indonesia.

Menit 33, Irak mendapat hadiah penalti setelah Muhamad Roby menjatuhkan lawan di kotak penalti. Irak unggul 2-0 setelah bola tendangan penalti Kerrar Jasim masuk gawang Indonesia.

Keunggulan 2-0 membuat Irak bermain santai dan tenang. Irak tetap dominan, Indonesia hanya bisa menunggu sambil memaksimalkan kelengahan lawan.

Indonesia meraih peluang terbaik menjelang babak pertama berakhir. Di kotak penalti Irak, tendangan Samsul belum tepat mengarah ke mulut gawang lawan.

Memasuki babak kedua, Indonesia berperan memegang kendali. Awal-awal paruh 45 menit menjadi milik Indonesia.

Taktik bermain cepat dan mengandalkan bola-bola pendek membuat Indonesia lebih aktif. Operan-operan pendek memaksa Irak lebih bertahan.

Menit 54, Supardi melepas umpan lambung ke sisi kanan gawang Irak. Titus yang berdiri bebas tidak dapat menyentuh bola yang terlebih dulu mengenai lawan.

Tiga menit kemudian, Indonesia gagal menuntaskan kemelut di mulut gawang Irak. Irak aman setelah membuang bola jauh.

Irak memilih bermain santai. Dalam interval 10 menit saat duel memasuki menit 60-an, dua kali serangan balik Irak mengancam Indonesia. Menit 59, bola tendangan Irak membentur tiang gawang.

Tak mau malu di kandang, Indonesia terus mencoba menggedor Irak. Merah Putih beberapa kali masuk kotak penalti lawan, namun tak kuasa meraih gol.

Indonesia tak mampu mencetak gol akibat ketidakuratan dan ketajaman pemain Indonesia. Kepiawaian kiper Irak menjaga gawang dan kelugasan pemain membuang bola juga berperan.

Irak juga sekali-kali membalas lewat serangan balik, meski tak berhasil menambah gol. Hingga wasit meniup peluit terakhir, Irak tetap menang dengan skor 2-0.

Berita Terkini