Roy: Satlak Prima Berlanjut
Roy memastikan program yang sudah terencana sudah sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20. Pernyataan Menpora sebagai respons atas kegagalan total Indonesia SEA Games 2013 Myanmar.
Kembali dari Myanmar, Indonesia hanya bisa merebut posisi keempat di bawah Thailand, Vietnam dan Myanmar. Indonesia mencanangkan posisi ketiga besar sebelum berangkat ke Myanmar.
“Selaku Menpora kita tetap mempertahankan program tersebut. Artinya saya tidak mau gonta-ganti program selama saya menjabat sebagai Menpora,” kata Roy Suryo di gedung Kemenpora, Senin (23/12/13).
Selain itu, politisi Partai Demokrat ini akan melakukan beberapa langkah strategis untuk menyelamatkan dan memajukan olahraga Indonesia.
Langkah pertama, menurut Roy, adalah melakukan efisiensi dan bekerja sama lebih baik lagi dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).
“Bersama ketua pelatnas Satlak Prima Surya Dharma, kita akan bekerja sama lebih baik. Prima adalah satuan program pemerintah untuk memajukan olahraga,” tegas Roy.
Evaluasi kekurangan atlet Indonesia akan mengacu pada catatan KONI dan KOI. Roy juga akan kembali menyatukan visi dan misi KOI dan KONI.
“KONI membina atlet dengan sebaik-sebaiknya. Terkadang sering terjadi hubungan kurang harmonis antara KONI dan KOI. Tahun baru saya gelar kongres mendudukkan kembali KOI dan KONI,” Roy berjanji.
“Tanggal 01 Januari 2014, KOI dan KONI harus didudukkan kembali. Mari kita bersatu untuk bangsa. SEA Games edisi 27 adalah peringatan kepada Indonesia bahwa Indonesia harus bersatu,” kata Menpora.
Roy berjanji Kemenpora akan menyatukan lintas kementerian untuk mempercepat hal-hal yang menyulitkan olahraga Tanah Air, misalnya minimnya peralatan, terlambatnya bonus atlet dan sebagainya.
“Kasus keterlambatan peralatan atlet berkuda, atlet dayung, atlet panahan itu tidak terjadi lagi di SEA Games di Singapura dan Malaysia mendatang,”tegas Roy Suryo.