Setuju KONI-KOI Lebur
Komite Olahraga Nasional lndonesia (KONI) Aceh mendukung keinginan Menpora Roy Suryo untuk menyatukan KONI Pusat dan Komite Olahraga lndonesia (KOI) demi kemajuan prestasi Merah-Putih.
“Dualisme kepemimpinan antara KONI-KOI membuat program tumpang tindih. Kami mendukung usul Menpora untuk menyatukan keduanya,” ucap Sekretaris Umum KONI Aceh, Muhammad Saleh.
Menurut dia, adanya dualisme induk olahraga, sadar atau tidak, telah mempengaruhi persiapan atlet menghadapi SEA Games Myanmar 2013 yang lalu.
Saleh mencontohkan, pada pelaksanaan program pemusatan latihan SEA Games lalu, pelaksanaan program pemusatan latihan tak maksimal, terutama soal gizi dan uang saku atlet.
Kondisi ini mengakibatkan psikologis, terutama atlet asal daerah mengalami gangguan.
"Ya, dari laporan yang kami terima, untuk beli obat-obatan harus memakai uang pribadi terlebih dahulu," ungkap Saleh, menyikapi laporan yang dia terima.
Sebelumnya, Menpora Roy Suryo menjadwalkan awal tahun 2014 akan ada forum pertemuan antara pemerintah, KOI, dan KONI untuk membahas penyatuan kembali dua lembaga olahraga tersebut.
"Januari tahun depan kami akan duduk bersama mencari solusi terbaik seperti yang diinginkan masyarakat untuk kembali menyatukan KOI dan KONI," kata Menpora di Jakarta, Senin (30/12/13).
Menpora mengatakan bahwa sebelum SEA Games 2013 Myanmar, dirinya sudah melihat tidak adanya harmonisasi di antara KONI dan KOI.
"Bagaimana mungkin ada dua bagian dalam satu unit keolahragaan, yang mengurus pembinaan dan pengiriman atlet, dan berdiri sendiri-sendiri," kata dia.
"Makanya, saya sangat setuju kalau dua badan itu disatukan lagi," ucap dia menegaskan.