FIFA Ultimatum Curitiba
Arena de Baixada, stadion di Curitiba, Brasil jadi fokus perhatian FIFA. Markas Atletico Patanaense itu akan jadi salah satu stadion penyelenggara Piala Dunia Brasil 2014, namun baru selesai 90 persen.
Kambing hitam penundaan penyelesaian adalah masalah dana untuk konstruksi. Namun, Sekjen FIFA, Jerome Valcke, memberi batas akhir penyelesaian hanya dalam hitungan pekan.
“Kami berharap semua pekerja teknis akan bekerja dari sekarang sampai 18 Februari dan pada 18 Februari mereka harus bilang, ‘OK, semuanya telah siap’,” tegas Valcke, lansir AP, Rabu (22/01/14).
“Saya percaya keputusan yang telah diambil untuk menjadikan Curitiba sebagai kota penyelenggara (PD). Masa kelahiran yang sulit, tapi pada akhirnya kami akan punya ‘bayi’ (stadion) baru,” tutur Valcke.
Deputi Menteri Olahraga Brasil, Luis Fernandes, menyatakan ada hal yang harus pasti tuntas dan jadi garansi demi membuat Curitiba berstatus sebagai salah satu host.
“Dengan kecepatan pembangunan seperti saat ini, stadion tak akan siap tepat waktu,” tandas Fernandes. Dia berharap penambahan pekerja konstruksi bisa membantu penyelesaian stadion itu.
Kunjungan pihak FIFA ke Curitiba pekan ini di luar perencanaan, namun komisi sepakbola FIFA memutuskan kunjungan itu setelah mendapatkan laporan konstruksi itu dari pantia lokal.
Awalnya, Valcke dan rombongan memiliki jadwal ke Manaus, kota penyelenggara PD 2014 lain yang terletak di tengah hutan Amazon.
“Kemungkinan sejumlah pertandingan dipindahkan dari Curitiba menimbulkan perhatian serius, terutama fans Socceroo (Australia) yang telah memiliki tiket dan akomodasi hotel plus pesawat,” sebut juru bicara Federasi Sepakbola Australia (FFA).