x

PSSI Temui Polda Jatim

Senin, 27 Januari 2014 20:16 WIB
Editor:

Demi untuk mendapatkan kepastian jaminan keamanan, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, Wakil Ketua Umum, La Nyalla Mattalitti berkomunikasi dengan Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono.

"Kapolda berkomitmen akan bersinergi sesuai dengan kewenangan dan tugas beliau sebagai penegak hukum. Kapolda akan menjamin keamanan di laga sepakbola Jatim," kata Sekjen PSSI, Joko Driyono.

Jatim memang mendapatkan perhatian lebih dari PSSI, karena ada tujuh klub yang akan bertanding di Jatim. Adapun total klub yang turun pada kompetisi tertinggi di Tanah Air sebanyak 22 klub.

Tujuh klub yang bermarkas di Jatim itu adalah Arema Cronus Malang, Persela Lamongan, Gresik United, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Persepam Madura United, serta PSM Makassar.

CEO PT Liga Indonesia itu, menjelaskan saat bertemu dengan Kapolda, pihaknya juga menjelaskan terkait dengan seluk-beluk kompetisi, sistem dan karakteristik masing-masing klub hingga kondisi klub.

"Poin yang kita tangkap, perlu interaksi dari klub lebih dini kepada aparat keamanan agar proses pengamanan bisa disiapkan sejak jauh-jauh hari,” ujar Joko Driyono.

“Bila dipersiapkan lebih awal, sejatinya tak masalah dan tak ada alasan laga tersebut tidak bisa dilaksanakan," sambung Joko Driyono.

Kesimpulan dari pertemuan dengan Kapolda Jatim, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan klub-klub asal Jatim. Apalagi, klub dan pendukungnya memiliki karakter yang berbeda.

"Kapolda sudah memahami dan pernah punya pengalaman saat berkarir di Jakarta dan Bandung. Yang jelas, PSSI sangat senang dengan hasil pertemuan tadi," kata Joko.

Selama ini, Jatim terkenal memiliki klub-klub besar dengan dukungan suporter yang fanatik. Bahkan antar-suporter sering terjadi gesekan yang berdampak pada tidak adanya izin pertandingan.

Seperti yang terjadi pada final IIC 2014 antara Arema Cronus melawan Persib Bandung. Akibat khawatir adanya gesekan suporter, pihak keamanan tidak memberikan izin sehingga laga final batal.

Sementara itu, sebelum "kick-off" ISL pada 1 Februari, PT Liga Indonesia selaku operator liga terus melakukan komunikasi dengan semua klub yang turun di grup barat maupun timur.

Salah satu aturan baru yang disosialisasikan pada pertemuan manajer klub ISL adalah adanya larangan penggantian pemain di tengah musim.

Sebelumnya, bila ada pemain yang cedera permanen bisa langsung ganti. Namun, untuk musim ini, ada regulasi baru jika penggantian pemain harus sesuai dengan waktu yang telah ada.

Berita Terkini