x

Panpel Cetak 15 Ribu

Jumat, 31 Januari 2014 21:16 WIB
Editor:

Ujian perdana laga Indonesia Super League (ISL) 2014 tidak hanya milik skuad Persebaya. Tetapi, juga menjadi test case bagi Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan.

Sebagai langkah awal, Panpel mencetak 15 ribu lembar tiket dan mempersiapkan 1320 personel keamanan pada laga melawan Mitra Kukar di Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (01/02/14) sore.

"Semua izin sudah beres. Izin stadion, keamanan, semua sudah di tangan saya sejak, Kamis (30/1) lalu,” ujar Ketua Panpel Persebaya, Baso Juherman.

“Malah, kami sudah mengantongi izin dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya, Rabu (29/1). Jadi, semuanya sudah tak ada masalah," sambung Baso Juherman.

Baso memastikan bahwa pertandingan sudah siap untuk berlangsung. Termasuk masalah ticketing, seluruhnya sudah beres dan sudah tercetak.

Pihaknya mencetak sebanyak 15 ribu lembar tiket. Dengan rincian 14 ribu lembar tiket kategori ekonomi dan 1000 lembar tiket kategori VIP.

Sejatinya, 15 ribu lembar tiket bukan jumlah yang pas. Mengingat stadion GBT mampu menampung 50 hingga 60 ribu penonton. Hanya saja, Baso beranggapan jumlah 15 ribu lembar adalah test case di kompetisi ISL.

"Untuk yang ekonomi kami jual seharga Rp 25 ribu per lembar. Sedangkan untuk VIP dijual Rp 100 ribu per lembar. Selain itu kami juga menyediakan tiket cadangan," ungkap Baso.

Untuk keamanan, pihak panpel juga sudah menyiapkan 1230 personel yang akan menjaga selama pertandingan berlangsung.

"Sebagai test case keamanan kami akan diperkuat 1230 personel keamanan. Diantaranya dari Polrestabes Surabaya dan sejumlah Polsek, selain itu ada private security untuk menjaga pintu-pintu masuk, “ ujar Baso

“Kami ingin memberikan kenyamanan bagi penonton dan menjaga aset milik Pemkot Surabaya ini," lanjut Baso Juherman.

Menurut Baso, beberapa pihak memang masih berniat mengganggu konsentrasi Persebaya berlaga di ISL. Termasuk mencibir setiap langkah manajemen dan panpel.

“Karena itu tidak saya hiraukan. Buat apa, lihat saja besok bener nggak harga tiket ekonomi cuman Rp 5 ribu. Justru keamanan akan kami perketat karena kami tak mau kecolongan,” pungkas Baso Juherman.

Berita Terkini